Korban Miras Maut di Bantul Sesak Napas dan Pandangan Kabur

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka korban miras oplosan maut di Jetis, Kabupaten Bantul, Minggu (16/10). 3 orang dilaporkan tewas akibat miras oplosan tersebut. Foto: Dok. Humas Polres Bantul
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka korban miras oplosan maut di Jetis, Kabupaten Bantul, Minggu (16/10). 3 orang dilaporkan tewas akibat miras oplosan tersebut. Foto: Dok. Humas Polres Bantul

Sebanyak tiga orang tewas setelah menenggak minuman keras atau miras oplosan di kampung Kowang, Padukuhan Puton, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Mereka minum miras setelah memasang tenda pernikahan untuk adik salah satu korban tewas.

"Iya itu acara pernikahan adik laki-lakinya Mas Daniel (salah satu korban). Masih sekeluarga itu. Ada kakak beradik dan keponakan-keponakan," kata Kirmanto, Ketua RT 07 Kowang saat dihubungi, Senin (17/10).

Kirmanto menjelaskan, ada lima orang yang menenggak miras oplosan. Tiga meninggal dunia, dua korban lain harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kirmanto menjelaskan, kelimanya menenggak miras pada Kamis, 13 Oktober malam. Mereka mengkonsumsi alkohol malam hari setelah memasang tenda untuk persiapan acara nikahan.

"Itu malamnya jam berapanya saya kurang tahu. Terus pada beli minuman itu. Tapi katanya cuma dioplos sendiri, saya kurang paham," kata Kirmanto.

Suasana rumah duka salah satu korban miras oplosan di Kabupaten Bantul, Senin (17/10). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setelah minum-minum itu, korban tidak langsung meninggal. Bahkan, korban Ida Rusmanto yang beralamat di Imogiri masih sempat bekerja.

Sementara, dua korban lain, yaitu Muhammad Ihsan (23) dan Daniel Krismanto (24), seharian tidur. Saat itu keduanya mengeluh pusing dan mual.

"Suruh periksa dokter enggak mau. Katanya cuma pusing dan mual itu, lho," kata Kirmanto,

Kirmanto menduga orang tua korban tidak tahu anak mereka habis minum miras. Bahkan beberapa teman Daniel hanya mengira asam lambung rekannya ini tengah naik.

"Terus kejadiannya itu Mas Ihsan itu tahu-tahu dibawa ke rumah sakit. Pagi itu (hari Sabtu) dia jatuh saat mau ke kamar mandi, pingsan, dibawa ke rumah sakit," katanya.

Pada hari Sabtu (15/10) itu, Ihsan dinyatakan meninggal dunia. Sementara pada malam harinya, saat tahlilan untuk Ihsan, Daniel muntah terus.

"(Daniel) Masih bisa berjalan didampingi sama teman-temannya dibawa ke rumah sakit," ujar Kirmanto.

Namun, nyawa Daniel tidak tertolong. Pada Minggu (16/10) pagi, Daniel dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, untuk korban Ida, Kirmanto mengatakan bahwa dia mulai mengeluh sakit pada hari Minggu. Dia mengaku napasnya sesak dan pandangan matanya kabur.

"Napasnya sudah tersengal-sengal. Napasnya sudah putus-putus. Saya tanya gimana keadaannya, katanya matanya kabur enggak cerah," ujarnya.

Setelah itu, Kirmanto langsung melarikan Ida ke rumah sakit. Di sana Ida mendapatkan penanganan medis.

"Ditangani di sana, disedot pakai alat, keluar cairan yang warnanya biru merah item," kata Kirmanto.

Akan tetapi, Ida hanya bisa bertahan hingga malam hari. Dia meninggal dunia pada Minggu malam dan dimakamkan di Imogiri pada Senin (17/10).

Sepengetahuan Kirmanto, minuman keras tersebut didapat dari teman korban. Namun, dia tidak tahu detail soal informasi tersebut.

"Tidak paham. Itu cuma beli dari temannya, katanya. Cuma warga setempat gitu. Sekitar kampung," katanya.

Korban Sering Minum Miras

Kirmanto menjelaskan, korban memang diketahui sering minum miras. Meski begitu, mereka tidak pernah meresahkan warga. Para korban dikenal ramah di masyarakat.

"Di kampung, ramah-ramah semua itu. Baik, sopan santun," katanya.

Sementara itu, pernikahan adik Daniel tetap dilangsungkan usai pemakaman Ihsan dan Daniel. Pernikahan berlangsung dengan haru.

"Adiknya (Daniel) tetap menikah, adiknya laki-laki. (Pemakaman) sebelum adiknya menikah. Yang Mas Ihsan, kan, masih keponakan Daniel juga. Mas Ihsan dimakamkan, Mas Daniel dimakamkan juga. Hari itu juga (Minggu)," katanya.

Kapolsek Jetis, Bantul menunjukkan sisa miras oplosan yang tewaskan 3 warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kapolsek Jetis, Bantul menunjukkan sisa miras oplosan yang tewaskan 3 warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kasus miras oplosan maut ini masih diselidiki oleh Polsek Jetis. Sisa miras dan botol plastik juga telah diamankan. Polisi saat ini masih mencari siapa penjual miras oplosan tersebut.

"Sementara ini dalam proses penyelidikan untuk mencari siapa penjual," kata Kapolsek Jetis AKP Hatta A Amrullah.