Korban Mutilasi 66 Potongan di Mojokerto: Anak Penjual Es Asal Lamongan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Tiara Angelina Saraswati, korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Pacet, Mojokerto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tiara Angelina Saraswati, korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Pacet, Mojokerto. Foto: Dok. Istimewa

Korban mutilasi 66 potongan, yang potongan tubuhnya berceceran di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, adalah perempuan bernama Tiara Angelina Saraswati (25 tahun).

Tiara merupakan warga Jalan Made Kidul, Kecamatan/Kota Lamongan.

Tiara dibunuh dan dimutilasi oleh pacarnya, Alvi Maulana (24), di kos di Kota Surabaya. Tiara dan Alvi tinggal bersama di kos tersebut.

Alvi berasal dari Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Kata Tetangga di Lamongan

Menurut tetangga di Lamongan, berinisial FT, yang tinggal di rumah Tiara kini hanya adiknya, siswi SMA.

FT pun menceritakan soal sosok Tiara:

"Korban (Tiara) ini pendiam, dari dulu jarang kumpul. Lulus kuliah langsung kerja. Kalau orang tuanya jualan es di dekat Masjid Agung Lamongan, dekat alun-alun," kata FT.

Para tetangga di Lamongan kaget saat tahu kabar Tiara dibunuh.

"Sabtu malam (6/9) itu Pak Kades datang ke rumahnya, memberitahukan kejadian itu. Sekarang keluarganya sudah di Mojokerto," kata FT.

Kos di kawasan Lidah Wetan, Surabaya, tempat Alvi memutilasi Tiara. Foto: Mili.id

FT menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Tiara. Dia berharap keluarga Tiara diberikan ketabahan.

"Semoga amal ibadah korban diterima oleh Allah. Dan pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," tuturnya.

Motif Pelaku: Sakit Hati

Alvi Maulana, tersangka kasus mutilasi. Foto: Dok. Istimewa

Pelaku berprofesi sebagai ojek online (ojol). Dia telah ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto di kosnya di kawasan Lidah Wetan, Surabaya, pada Minggu sekitar pukul 01.00 WIB.

Diduga, pelaku membunuh dan memutilasi korban di kamar kos tersebut, lalu sebagian potongan tubuh korban dibuang ke wilayah Pacet, Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, mengungkapkan motif pelaku melakukan pembunuhan dan mutilasi.

"Karena sakit hati," kata Fauzy, Minggu (7/9).

Belum diungkap apa yang membuat pelaku sakit hati.

— — —

#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.