Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Bertambah Jadi 6 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat bangunan rusak terdampak ledakan di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026). Foto: Danang/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat bangunan rusak terdampak ledakan di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026). Foto: Danang/ANTARA FOTO

Jumlah korban tewas akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, Papua, bertambah menjadi enam orang. Korban keenam bernama Mina Puadi (51), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak, Selasa (2/6) dini hari.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menjelaskan Mina Puadi awalnya hanya terlihat mengalami luka pada bagian dahi akibat dampak ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan.

Namun, setelah menjalani observasi dan pemeriksaan medis secara intensif di RSUD Biak, tim dokter menemukan adanya patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa yang memerlukan tindakan operasi segera.

Pada Senin (1/6) sekitar pukul 15.00 WIT, korban menjalani operasi untuk menangani pendarahan internal tersebut. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil. Namun, beberapa jam kemudian kondisi kesehatannya kembali menurun hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.

Setelah melalui serangkaian upaya medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (2/6) pukul 04.06 WIT.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan di Mapolda Papua, Selasa (2/6).

Kata dia, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Papua masih melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi kejadian.

"Tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada Senin (01/06) sore dan langsung melaksanakan koordinasi dengan Polres Biak Numfor serta unsur pengamanan lainnya," katanya.

Cahyo menegaskan, Polda Papua akan terus mengoptimalkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait hingga seluruh rangkaian penanganan pascaledakan selesai dilaksanakan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda yang dicurigai sebagai sisa bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan," ucapnya.

Sebelumnya, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan perikanan tersebut.

Selain menyebabkan korban jiwa, insiden itu juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan belum ditemukan.