Korea Utara "Sandera" Warga Malaysia

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi Kim Jong Un (Foto: Nur Syarifah Sa'diyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kim Jong Un (Foto: Nur Syarifah Sa'diyah/kumparan)

Hubungan Korea Utara dan Malaysia terus memanas. Setelah malam lalu Duta Besar Korea Utara meninggalkan Malaysia, Pyongyang langsung melarang warga negara Malaysia yang ada di Korea Utara meninggalkan negara komunis tersebut.

Kejadian ini merupakan buntut dari kisruh terkait kematian Kim Jong Nam, kakak tiri dari pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Sementara investigasi masih terus berlanjut, pihak Korea Utara dan Malaysia saling mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial terkait keduanya.

Korut menuduh petugas keamanan Malaysia bertindak di luar hukum karena menangkap warga negaranya tanpa surat perintah. Bahkan, Dubes Korut untuk Malaysia, Kang Chol, juga sempat menuduh para polisi Malaysia menodongkan senjata dan melakukan kekerasan yang berlebihan saat melakukan penangkapan terhadap warga negaranya.

Kang Chol juga menuding Malaysia bekerja sama dengan pihak asing untuk merusak citra Korut. Menurut Kang Chol juga, penyelidikan kematian Kim Jong Nam oleh polisi Malaysia tidak bisa dipercaya.

Kim Jong Un. (Foto: KCNA/via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong Un. (Foto: KCNA/via Reuters)

Komentar-komentar tersebut ditanggapi dengan pengusiran Kang Chol oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia. Malam tadi (6/3), Kang Chol telah meninggalkan Malaysia.

Dilansir AFP, Pyongyang melarang seluruh warga negara Malaysia meninggalkan Korea Utara.

Pernyataan tersebut dikutip dari Korea Central News Agency (KCNA), media resmi pemerintah Korea Utara, kemungkinan untuk menahan warga Malaysia sebagai sandera dalam hubungan kedua negara yang terus memanas.

“Semua warga negara Malaysia di DPRK sementara dilarang meninggalkan negara ini sampai insiden yang terjadi di Malaysia benar-benar terselesaikan,” ucap KCNA, meneruskan pesan dari kementerian luar negeri.