Korlantas Akan Studi Banding Ujian SIM ke Negara Lain, Kaji Trek 8 dan Zigzag

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ujian SIM yang diadakan Satlantas Polres Nganjuk, Selasa (24/5/2022). Foto: Polres Nganjuk
zoom-in-whitePerbesar
Ujian SIM yang diadakan Satlantas Polres Nganjuk, Selasa (24/5/2022). Foto: Polres Nganjuk

Korlantas Polri akan melakukan studi banding terkait layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) ke luar negeri. Ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta ujian SIM dikaji karena banyak warga mengeluh.

"Memang nanti akan kita lakukan studi banding ke negara-negara yang lain, apakah memang tes praktik zigzag maupun angka 8 ini masih relevan atau tidak," kata Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus di Mabes Polri, Kamis (22/6).

kumparan post embed

"Ataukah memang masih (diadakan) tetapi dianggap masyarakat ini sulit karena terlalu sempit, jaraknya mungkin terlalu dekat, nanti akan kita kaji semuanya ini," sambungnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan sidak ke Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (26/10). Foto: Instagram/@listyosigitprabowo

Yusri menjelaskan, pihaknya juga nanti akan membentuk tim yang melibatkan stakeholder terkait dalam proses kajiannya.

"Kami akan melibatkan stakeholder terkait baik itu perhubungan, para staf-staf ahli yang memang pakar di bidang ini bidang lalu lintas angkutan dan jalan kami akan duduk bersama membuat tim Pokja," jelasnya.

Menurut Yusri, perubahan ujian SIM ke depan juga harus tetap menjunjung aspek keamanan dan kompetensi. "Tidak lari dari aspek keselamatan dan kompetensi yang memang harus dimiliki oleh para pemohon SIM," tutupnya.

Sigit sebelumnya mengatakan, pada dasarnya pembuatan SIM di Indonesia masih cukup sulit. Selain itu, masih banyak laporan dan keluhan dari masyarakat betapa buruknya pelayanan pembuatan SIM.

"Kita ingin tahu apa yang menyebabkan apa yang membuat kita kurang bagus. Kalau kita lihat, pembuatan SIM juga masih sulit. laporan kasus juga sama, balik nama kendaraan dana seterusnya dan tentunya ya kita akan selalu lakukan perbaikan," kata Sigit saat memberikan arahan kepada para wisudawan dan wisudawati di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian 2023, Rabu (21/6).