Korut Laporkan Lebih dari 79.100 Kasus Demam dan 1 Kematian Diduga COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penonton menghadiri Pertandingan Horse Riding Games 2022 di Klub Berkuda Mirim di Pyongyang, Korea Utara pada Selasa (8/3/2022).
 Foto: Kim Won Jin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penonton menghadiri Pertandingan Horse Riding Games 2022 di Klub Berkuda Mirim di Pyongyang, Korea Utara pada Selasa (8/3/2022). Foto: Kim Won Jin/AFP

Korea Utara melaporkan sekitar 79.100 orang mengalami gejala demam dan satu orang meninggal dunia di tengah wabah COVID-19 yang terkonfirmasi. Hal ini disampaikan dalam pemberitaan media pemerintah KCNA, Sabtu (4/6).

Dikutip dari Reuters, negara yang tertutup itu tengah melawan gelombang virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Korut menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan lockdown nasional pada bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran akan kurangnya vaksinasi, pasokan obat-obatan, dan pangan.

Jumlah pasien demam di seluruh negara sejak akhir April mencapai 4 juta orang dan angka kematian meningkat dari satu menjadi 71 orang. KCNA mengatakan, data itu didapat dari Pusat Pencegahan Epidemi Darurat Negara.

KCNA juga mengatakan epidemi telah menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah penghitungan kasus demam harian mencapai 390.000 orang 2 minggu lalu.

kumparan post embed

Korut tidak pernah mengkonfirmasi berapa banyak orang yang dites positif COVID-19, yang diduga karena kurangnya pasokan alat tes.

Namun, para ahli mengatakan angka yang dipublikasikan pemerintah bisa saja tidak dilaporkan dan hal itu menyulitkan untuk menilai skala situasi yang sebenarnya.

Sebelumnya, Korut mengeklaim sukses menghadapi wabah COVID-19. Bahkan pemerintah telah mencabut aturan lockdown di Pyongyang.

Meski demikian, WHO meragukan klaim Korut terkait terkendalinya kasus COVID-19 di sana.