Korut Luncurkan Rudal Balistik saat AS-Korsel Gelar Latihan Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Rudal balistik antarbenua Hwasong-18 diluncurkan dari lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Foto: KCNA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Rudal balistik antarbenua Hwasong-18 diluncurkan dari lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Foto: KCNA/via REUTERS

Militer Korea Utara (Korut) meluncurkan lebih dari 10 rudal balistik ke arah laut pada Sabtu (14/3). Rudal ini diluncurkan saat pasukan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sedang menggelar latihan militer bersama di kawasan.

Peluncuran rudal balistik Korut itu dikonfirmasi oleh militer Korsel, sebagaimana dilansir Reuters.

“Rudal ditembakkan sekitar pukul 13.20 dari wilayah dekat Pyongyang menuju laut di pantai timur Korea Utara,” demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Korsel.

Penjaga pantai Jepang juga mendeteksi objek yang diduga rudal balistik jatuh ke laut. Media publik NHK melaporkan rudal tersebut diperkirakan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengkonfirmasi hal tersebut saat acara di Akademi Pertahanan Nasional Jepang di Yokosuka.

“Proyektil yang tampaknya merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara. Kami masih menginvestigasi detailnya, namun sampai saat ini belum ada laporan kerusakan,” kata Koizumi, dikutip dari AP News.

Peluncuran rudal ini terjadi empat hari setelah saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un, yakni Kim Yo-jong, mengecam latihan militer bersama antara AS dan Korsel.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Mausoleum Ho Chi Minh. Foto: Jorge Silva / Pool / Reuters

Dalam pernyataannya pada Selasa (10/3) lalu, Kim Yo-jong memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Korut akan membawa “konsekuensi yang mengerikan”.

Korut kerap mengecam latihan militer semacam itu dan menyebutnya sebagai “latihan perang” atau persiapan agresi militer terhadap negaranya.

Sementara itu, AS dan Korsel mengatakan latihan tersebut bersifat defensif dan bertujuan meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman dari Korut.