Korut Rayakan Hari Lahir Kim Jong-il Tanpa Parade Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejabat militer senior menonton parade saat potret mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il terlihat di latar belakang di alun-alun utama Kim Il Sung di Pyongyang, Korea Utara, 9 September 2018. Foto: REUTERS /Siddiqui
zoom-in-whitePerbesar
Pejabat militer senior menonton parade saat potret mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il terlihat di latar belakang di alun-alun utama Kim Il Sung di Pyongyang, Korea Utara, 9 September 2018. Foto: REUTERS /Siddiqui

Korut merayakan ulang tahun ke-80 mediang ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, pada Rabu (16/2). Hari terpenting di Korut itu disebut Hari Bintang Cemerlang.

Ada yang ganjil dalam perayaan itu. Pasalnya, mereka memperingati hari lahir Kim Jong-il dengan konser musik dan kembang api.

Biasanya perayaan hari lahir Kim Jong-il dirayakan dengan parade militer. Tetapi, untuk tahun ini acara tersebut absen. .

Selain itu tanpa parade militer, perayaan tahun ini dilangsungkan di Samjiyon. Kota suci yang baru direnovasi tersebut memang merupakan tempat asal keluarga Kim. Namun, Korut jarang mengadakan hari peringatan besar di wilayah terpencil.

Pada perayaan tahun 2022 ini, Kim Jong-un bersama pejabat, anggota militer, dan Partai Buruh yang berkuasa pada Selasa (15/2) juga terlihat meletakkan bunga di depan patung Kim Jong-il.

Media Korut tidak merilis apa saja yang disampaikan Kim Jong-un.

Meski demikian, media Korut KCNA melaporkan ada seorang anggota senior partai penguasa yang diberi kesempatan menyampaikan pidato. Ri Il Hwan dalam pidatonya bersumpah untuk menjunjung tinggi mantra kemandirian mediang Kim Jong-il.

Patung perunggu mantan pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Pyongyang, Korea Utara, Sabtu (10/10). Foto: Cha Song Ho/AP Photo

“Pertemuan itu menunjukkan kemauan dan antusiasme para peserta untuk membangun surga bagi rakyat yang makmur dengan kemandirian di tanah ini,” lapor KCNA, seperti dikutip dari Reuters.

Ribuan orang mengenakan setelah berwarna hijau dan abu-abu saat menghadiri pertemuan. Masyarakat Korut yang hadir juga terlihat memakai masker sembari menyaksikan pesta kembang api.