Kota Bogor Akan Ajukan PSBB ke Menkes Terawan

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan mengambil sampel darah seorang pengendara untuk test virus corona, di Bogor, Selasa (7/4). Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan mengambil sampel darah seorang pengendara untuk test virus corona, di Bogor, Selasa (7/4). Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Pemerintah Kota Bogor akan mengajukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ke Menkes Terawan. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan pengajuan itu setelah melihat restu Menkes Terawan mengabulkan PSBB di DKI Jakarta.

"Kami sedang berkonsultasi dengan DPRD Bogor. Kita akan melakukan pembicaraan dengan Bamus di DPRD," ujar Dedie, di rumah dinasnya, Selasa (7/4).

collection embed figure

Dedie mengatakan ada hal yang dibicarakan dengan DPRD sebelum Pemkot Bogor mengajukan PSBB ke Menkes Terawan. Di antaranya selain soal jumlah pasien postif corona, juga terkait ketersediaan bahan pokok yang cukup untuk warga Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya (kanan) dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim tiba di Gedung KPK Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Melihat ada poin-poin (PSBB) seperti bagaimana kita harus menyiapkan menyediakan bahan pokok untuk masyarakat yang cukup. Dengan demikian tentu akan ada hal-hal perhitungan yang kita lakukan dan ini akan kita kordinasikan dulu dengan DPRD," jelas Dedie. 

Dedie lega akhirnya DKI Jakarta memberlakukan PSBB atas persetujuan Menkes Terawan. Musababnya, Jakarta menjadi epicentrum penularan corona.

Jika kelak Menkes mengabulkan usulan PSBB Kota Bogor, dengan demikian arus kendaraan dan orang Bogor menuju Jakarta atau sebaliknya bisa dibatasi. Hal itu juga pernah Dedie sampaikan pada Minggu (29/3) saat bersama Bupati Bogor Ade Yasin.

kumparan post embed

---------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!