Kota Semarang Hari Pertama PPKM Darurat: Ramai, Restoran Masih Makan di Tempat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Jalan Pandanaran Semarang arah Tugu Muda saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Jalan Pandanaran Semarang arah Tugu Muda saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah jalan dan tempat publik lainnya di Kota Semarang terlihat ramai pada hari pertama pemberlakuan PPKM Darurat.

Berdasarkan pantuan kumparan di lapangan, di beberapa jalan protokol seperti Jalan Pandanaran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kelud dan Jalan Veteran di Kota Semarang masih terlihat ramai lancar.

Meski pemandangan berbeda telihat di kawasan Simpang Lima Semarang. Di kawasan itu hampir tidak terlihat adanya kendaraan yang lewat.

Polisi melalukan penyekatan di Jalan Pahlawan arah simpang lima Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Sebab, lima jalan yang menuju pusat kota Semarang itu telah disekat dan dilakukan penutupan oleh pihak kepolisian.

Beberapa tempat makan, seperti warung tegal (warteg), angkringan, warung nasi padang, dan juga tempat-tempat makan lainnya masih dipenuhi pengunjung yang makan di tempat.

Padahal pada masa pemberlakuan PPKM Darurat tempat usaha makanan hanya diperbolehkan melayani sistem take away atau dibungkus.

Warung makan di Semarang masih ada orang makan di tempat. Foto: Dok. Istimewa

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengimbau, agar masyarakat tetap di rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak.

"Kami minta pengertian dan kesadaran dari masyarakat saat ini kita benar-benar perang melawan Covid-19," ujar Iqbal di Mapolda Jateng, Sabtu (3/7).

Dia menegaskan, akan menindak tegas seluruh masyarakat yang melanggar aturan di masa penerapan PPKM Darurat.

"Mulai hari ini kami akan bertindak tegas terhadap pelanggaran PPKM Darurat," tegas Iqbal.

embed from external kumparan