KPK Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penggeledahan oleh KPK Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggeledahan oleh KPK Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto

KPK bergerak cepat dalam melakukan penyidikan kasus dugaan suap ekspor benih lobster yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Sejumlah lokasi mulai digeledah penyidik.

Salah satu yang digeledah ialah kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kepala Humas KKP, Agung Tri Prasetyo, membenarkan soal penggeledahan ini.

"Info yang saya peroleh sedang berlangsung," kata Agung kepada wartawan, Jumat (27/11).

kumparan post embed

Namun, ia mengaku belum mengetahui ruangan siapa saja yang digeledah. Kemungkinan besar ruangan Menteri Edhy Prabowo juga termasuk yang digeledah.

Deputi Penindakan KPK Irjen Karyoto sebelumnya menyebut penggeledahan memang segera dilakukan. Usai OTT, tim KPK sempat menyegel sejumlah lokasi sebelum digeledah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Dalam kasusnya, Edhy Prabowo melalui staf khususnya diduga mengarahkan para calon eksportir untuk menggunakan PT Aero Citra Kargo bila ingin melakukan ekspor.

Perusahaan itu diduga merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster yang sudah disepakati dan dapat restu dari Edhy. Para calon eksportir kemudian diduga menyetor sejumlah uang ke rekening perusahaan itu agar bisa ekspor.

Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo. Salah satunya ialah untuk keperluan saat ia berada di Hawaii, AS.

Ia diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap.