KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Bansos Presiden, Apa Hasilnya?
·waktu baca 1 menit

KPK masih terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) presiden di Kemensos. Terbaru, lembaga antirasuah itu menggeledah sejumlah lokasi di Jabodetabek.
Apa hasilnya?
"Untuk hasil kegiatan penyidikan di Jabodetabek, info dari penyidik didapatkan dokumen, (dari) penyitaannya didapatkan dokumen. Belum ada barang bukti elektronik yang disita," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/7).
Tessa mengatakan, hingga kini serangkaian kegiatan penggeledahan tersebut masih berlangsung.
"Karena hari ini juga masih berlangsung, kita update lagi. Untuk sementara yang didapatkan baru dokumen saja," ujarnya.
Perkara ini terkait adanya 6 juta paket bansos presiden di Kementerian Sosial yang diduga dikorupsi. Jumlah itu merupakan total dari tiga tahap penyaluran yang diduga dikorupsi, yakni tahap 3, 5, dan 6.
Dugaan kerugian negara terkait korupsi bansos itu mencapai Rp 250 miliar. Kerugian itu masih bersifat sementara dan akan terus dihitung oleh KPK.
Kasus bansos presiden yang diusut KPK ini memang bantuan khusus untuk pandemi. Objek korupsinya terkait pengadaan bansos. Modus korupsinya yakni pengurangan kualitas bansos.
KPK belum membeberkan konstruksi detail, termasuk berapa kualitas atau rupiah yang diambil dari satu paket bansos.
