KPK Pindahkan Motor Ducati Noel hingga Nissan GT-R 'Sultan Kemnaker' ke Rupbasan
ยทwaktu baca 3 menit

KPK memindahkan sejumlah kendaraan sitaan dari kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker pada Rabu (1/10). Kendaraan itu termasuk milik mantan Wamenaker Noel Ebenezer serta 'Sultan Kemnaker' Irvian Bobby Mahendro.
Berbagai kendaraan itu dipindahkan dari Gedung Merah Putih KPK ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Satu per satu kendaraan diangkut menggunakan mobil towing. Deru knalpot menggema saat kendaraan itu diangkut ke atas towing.
Total ada 32 kendaraan yang dipindahkan, terdiri dari 7 motor dan 25 mobil. Terlihat di antaranya adalah motor Ducati Scrambler Nightshift dan mobil BAIC milik Noel serta mobil Nissan GT-R hingga motor Ducati XDiavel milik 'Sultan Kemnaker'.
Berikut daftar lengkap kendaraan yang dipindahkan:
1. Empat unit mobil Honda CRV
2. Satu unit BMW 330i
3. Satu unit Suzuki Jimny
4. Dua unit Mitsubishi Xpander
5. Satu unit Toyota Corolla
6. Satu unit Hyundai Stargazer
7. Dua unit Hyundai Palisade
8. Satu unit Toyota Hilux
9. Satu unit Jeep Cherokee
10. Satu unit Nissan GT-R
11. Satu unit Mitsubishi Pajero Sport
12. Dua unit Toyota Land Cruiser
13. Satu unit Toyota Yaris
14. Satu unit BAIC BJ40
15. Satu unit Mercedes Benz C300
16. Satu unit Mazda 6
17. Satu unit Suzuki Baleno
18. Satu unit BMW 318i
19. Satu unit Wuling
20. Dua unit Vespa
21. Satu unit Ducati XDiavel
22. Satu unit Ducati Hypermotard
23. Satu unit Ducati Multistrada
24. Satu unit Ducati Streetfighter
25. Satu unit Ducati Scrambler Nightshift
Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Kasus ini terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (20/8) malam. Dalam OTT itu, KPK sempat mengamankan sebanyak 14 orang. Sebanyak 11 di antaranya, termasuk eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut, KPK mengungkapkan bahwa pemerasan ini terjadi pada 2019-2024.
KPK menjelaskan bahwa dalam proses penerbitan sertifikat tersebut, harganya dibuat mahal dan uangnya mengalir ke sejumlah pejabat. Nilainya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 81 miliar.
Di balik itu, ada ASN Kemnaker yang menjadi pihak penerima uang paling banyak, yakni Rp 69 miliar. Dia diduga sebagai otak pemerasan ini. Sosok tersebut yakni Irvian Bobby Mahendro (IBM) selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022 sampai dengan 2025.
Uang tersebut digunakannya untuk belanja, hiburan, DP rumah, hingga setoran tunai kepada sejumlah pihak. Irvian juga diduga menggunakan uang itu untuk membeli mobil mewah.
Sementara Noel diduga mendapat jatah Rp 3 miliar dan motor Ducati Scrambler. Uang itu diterimanya pada Desember 2024 atau 2 bulan setelah dilantik menjadi Wamenaker.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Noel juga menyampaikan permohonan maafnya kepada sejumlah pihak. Noel juga membantah dirinya ditangkap dalam OTT KPK. Dia juga menyebut kasus yang menjeratnya bukanlah terkait pemerasan.
Noel berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto usai dijerat sebagai tersangka oleh KPK.
Kini, Noel telah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker.
