Kronologi Ledakan Petasan di Tulungagung hingga Tewaskan Dua Orang

Ratusan petasan yang rencananya akan dinyalakan jelang salat Idul Fitri 2021 di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur, meledak pada Senin (10/5). Akibat ledakan itu, dua orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka.
Dua korban yang terlibat dalam proses pembuatan petasan telah dimintai keterangan karena kondisi fisiknya stabil. Sisanya masih terus dilakukan observasi oleh tim medis.
Ratusan petasan itu telah diproduksi di rumah milik Abdullah sejak awal Ramadhan. Akan tetapi, ratusan benda itu meledak karena dipicu oleh sebuah petasan yang sumbunya meledak.
Berikut adalah kronologi ledakan ratusan petasan tersebut dikutip dari Antara, Selasa (11/5).
Senin (10/5)
Pukul 20.00 WIB
M Asrori dan belasan pemuda tengah menyelesaikan tahap akhir pembuatan petasan dengan ukuran lingkar sekitar 10-15 sentimeter. Petasan itu dibuat di rumah milik Abdullah, warga Desa Sukorejo Wetan, Rejotangan.
Pukul 22.00 WIB
Di tengah pembuatan itu, sebuah petasan meledak hingga akhirnya membakar rumah milik Abdullah.
Korban dilarikan ke rumah sakit swasta, akan tetapi ditolak karena kondisinya yang parah. Hingga akhirnya dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Kasi Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Moch Rifai mengatakan ada sembilan korban akibat ledakan tersebut, empat di antaranya mengalami kritis.
Pukul 01.30 WIB
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan. Petugas menemukan satu kantong plastik berisi bubuk mesiu petasan yang masih utuh dengan berat 0,25 kilogram. Selain itu, polisi juga menemukan tiga petasan yang masih utuh sebesar betis orang dewasa serta alat untuk membuat petasan.
Pukul 02.05 WIB
M Asrori (25), korban yang paling kritis, dinyatakan meninggal dunia
Pukul 03.15 WIB
Korban bernama Nuzul Ilham (21) meninggal dunia.
Selasa (11/5)
Pukul 10.00 WIB
Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) Satreskrim Polres Tulungagung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian barang bukti.
Pengakuan korban ledakan
Salah satu korban yang tengah menjalani perawatan, MZA, mengatakan banyak orang yang terlibat dalam pembuatan petasan tersebut. Total ada 205 buah petasan yang telah dibuat.
"Sebagian sudah ada yang kami ujicoba ledakkan, dan sisanya ada 205 buah yang tadi malam kami isi bubuk petasan dan dilakukan penutupan lubang di bagian pangkal sumbu," ujar MZA dikutip dari Antara, Selasa (11/5).
Tak ada warga yang melapor
Sementara itu, Kapolsek Rejotangan AKP Heri Peorwanto mengetahui kejadian tersebut dari media sosial. Ia menegaskan tidak ada warga yang melaporkan ledakan tersebut.
"Kami sempat tanya-tanya warga karena tidak ada laporan kejadian ke polisi. Kami justru tahu dari kabar dari media sosial yang beredar, termasuk awak media," ujar Heri dikutip dari Antara, Selasa (11/5).
