Kronologi Penyebab Pria 50 Tahun di Sulsel Meninggal Usai Vaksin, Diduga Stroke

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komda KIPI Sulsel, dr Hasan dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, dr Nurul saat jumpa pers melalui zoom, Senin (5/4). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Komda KIPI Sulsel, dr Hasan dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, dr Nurul saat jumpa pers melalui zoom, Senin (5/4). Foto: Dok. Istimewa

Komite Daerah (Komda) Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP-KIPI) Provinsi Sulsel telah merampungkan investigasi kematian Sulaiman Daeng Tika (50), warga Kabupaten Takalar, Sulsel, usai sepekan divaksin COVID-19 dosis pertama.

Dari hasil investigasi tersebut, Komda KIPI Sulsel menyebutkan, kematian Sulaiman bukan karena vaksinasi COVID-19. Melainkan Sulaiman diduga mengalami stroke hemoragik.

"Berdasarkan hasil diskusi virtual tanggal 31 Maret 2021 dengan Komnas PP KIPI, yang terjadi adalah koinsiden atau tidak ada kaitan dengan pemberian vaksin COVID-19," kata Ketua Komda KIPI Sulsel, dr Hasan, dalam jumpa pers di Makassar secara virtual, Senin (5/4).

kumparan post embed

Berikut kronologi kasus tersebut:

15 Maret 2021 Sulaiman mendapat vaksinasi COVID-19 dosis pertama di kantor PLN Makassar dalam keadaan sehat. 16 Maret-17 Maret 2021 Sulaiman tetap melakukan aktivitas kantor seperti biasa. 18 Maret 2021 Sulaiman mengalami demam serta menggigil 21 Maret 2021 Sulaiman sempat main sepeda. Malam harinya, Sulaiman mengeluh sesak napas dan demam. 22 Maret 2021 Pagi harinya, Sulaiman berenang ke laut. Tiga jam usai berenang, dia ke pukseksmas karena kesadarannya terganggu. Saat itu, langung dilakukan rapid antigen dan swab PCR dengan hasil negatif. Pukul 12.00 WIB Keluarga dan Sulaiman diberikan edukasi untuk mendapat rujukan saat ditangani puskesmas. Akan tetapi keluarganya menolak.

Menurut Hasan, Sulaiman sempat melepas selang infusnya dan meninggalkan UGD puskesmas. "Petugas segera mengamankan pasien saat itu juga dan memasang ulang oksigen. Saat kondisi pasien mulai tidak sadarkan diri, keluarga baru bersedia untuk dirujuk ke RS Haji," ujar Hasan. "Sulaiman sempat mendapat penanganan kurang lebih 1 jam di UGD RS Haji dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.10 WITA," lanjut Hasan.

Hasan kemudian membuat kesimpulan dari hasil investigasinya itu. Berikut poinnya. Kesimpulan:

1. Demam awal bisa karena vaksin. Lalu sembuh, yang bersangkutan bisa berolahraga.

2. Saat pasien tidak sadarkan diri ada pupil anisokor yang merupakan adanya proses intrakranial pada satu sisi kepala.

3. Berdasarkan hasil diskusi virtual tanggal 31 Maret 2021 dengan Komnas PP KIPI, KIPI yang terjadi adalah koinsiden (tidak ada kaitan dengan pemberian vaksinasi COVID-19).

4. Penyebab kematian diduga karena pasien mengalami stroke hemoragik atau nonhemoragik.