Komnas KIPI Sulsel Ungkap Penyebab Kematian Pria 50 Tahun Usai Sepekan Vaksinasi

Penyebab kematian Sulaiman Daeng Tika (50), warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya terungkap. Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulsel menyimpulkan Sulaiman meninggal dunia bukan karena penyuntikan vaksin COVID-19.
Sulaiman Daeng Tika merupakan karyawan outsourcing PLN. Ia sebelumya meninggal dunia karena demam tinggi dan meriang usai menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 tahap pertama.
Komda KIPI Sulsel, dr Hasan mengatakan, berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Tim Independet dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, disimpulkan penyebab kematian Sulaiman Daeng Tika bukan karena vaksin ataupun COVID-19.
"Berdasarkan hasil investigasi, kami dapat simpulkan bahwa kematian tidak ada kaitannya dengan pemberian vaksin atau karena virus COVID-19,"kata dr.Hasan saat jumpa pers, Senin (5/4).
Hasan menegaskan dari beberapa rangkaian investigasi yang dilakukan oleh Komda KIPI Sulsel, penyebab kematian dari Sulaiman, selain demam tinggi yang dialaminya beberapa hari, tim medis juga menemukan adanya kelainan di bagian kepala.
"Saat pasien tidak sadarkan diri, ada tanda kelainan di kepala ataukah pendarahan di kepala. Pada matanya, tidak sesuai dengan kondisi mata hitam kiri dan kanan," jelas dia.
Hasan juga menegaskan, meski ditemukan adanya kelainan di kepala almarhum pasca vaksinasi, itu juga bukan karena komorbid. Melainkan, kelainan di kepala Sudirman ini muncul secara tiba-tiba saat demam tinggi.
"Selama hidup, dia jarang mengeluh sakit dan tidak pernah berobat. Adapun penyakit lain, seperti hipertensi atau komorbid lain, juga tidak ada. hampir semua keluarganya nyatakan tidak pernh sakit. Jadi, kita tidak katakan komorbid sebagai penyebabnya ini pasien demam dan meninggal," ucap dia.
Sebelumnya, Sulaiman mengikuti vaksinasi periode pertama di kantornya di PLN Gardu Induk Daya, Kota Makassar, Senin (15/3), lalu. Pasca vaksi itu, kondisi Sulaiman drop dan demam tinggi hingga dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit (RS) Haji Makassar, pada Senin (22/3).
"Pas satu minggu sudah vaksin, bapak itu meninggal. Jadi selama sudah divaksin, kondisi bapak memang sudah drop, mulai demam hingga sesak nafas,"kata Mahmud (20) anak ketiga almarhum, Sulaiman saat ditemui dikediamannya di Takalar, Selasa (23/3) lalu.
