Kronologi Perjalanan Hukum Julian Assange hingga Dibebaskan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, terlihat di mobil polisi setelah ditangkap oleh polisi Inggris. Foto: REUTERS / Henry Nicholls
zoom-in-whitePerbesar
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, terlihat di mobil polisi setelah ditangkap oleh polisi Inggris. Foto: REUTERS / Henry Nicholls

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, akhirnya dibebaskan dari penjara Inggris, Senin (24/6). Ia diperkirakan akan mengaku bersalah atas undang-undang spionase Amerika Serikat.

Assange meninggalkan penjara Belmarsh pada Senin pagi setelah menghabiskan 1.901 hari di sana.

Dikutip dari BBC, Assange diberi jaminan oleh Pengadilan Tinggi di London dan telah meninggalkan Inggris dari Bandara Stansted. Kesepakatan itu memungkinkan dirinya pulang ke negara asalnya, Australia.

Selama bertahun-tahun, pemerintah AS berpendapat bahwa dokumen WikiLeaks membahayakan nyawa.

Dia didakwa di AS pada masa pemerintahan Donald Trump. Awalnya, jaksa ingin mengadilinya atas 18 dakwaan.

Pengajuan dari Departemen Kehakiman AS ke pengadilan distrik AS. Foto: Departemen Kehakiman AS/Reuters

Seperti apa kronologi kasus WikiLeaks tersebut?

Dikutip dari BBC dan Reuters, berikut momen-momen penting dari perjalanan hukum Julian Assange dan kasus kontroversialnya.

Agustus 2010

Kantor Kejaksaan Swedia mengeluarkan perintah penahanan terhadap Assange atas tuduhan kejahatan seksual.

Desember 2010

Assange ditangkap oleh polisi Inggris berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa. Assange menyangkal tuduhan tersebut dan mengeklaim bahwa ini adalah upaya untuk mengekstradisi dirinya ke AS atas tuduhan terkait aktivitas WikiLeaks.

Mei 2012

Mahkamah Agung Inggris memutuskan dia harus diekstradisi ke Swedia untuk diinterogasi.

Juni 2012

Usai kegagalan dalam upaya hukumnya untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, Assange memilh bersembunyi ke Kedutaan Ekuador di London dan memohon suaka politik.

Agustus 2012

Ekuador memberinya perlindungan politik yang memicu pertempuran hukum dan debat internasional mengenai statusnya.

April 2017

Jaksa Agung Amerika mengatakan penangkapan Assange adalah "prioritas" bagi AS.

Mei 2017

Swedia mengumumkan bahwa penyelidikan dihentikan.

November 2018

Terungkap bahwa Kementerian Kehakiman AS diam-diam mengajukan tuntutan terhadapnya.

Pendiri Wikileaks, Julian Assange. Foto: AFP/ADRIAN DENNIS

April 2019

Setelah berada di Kedutaan Ekuador selama hampir tujuh tahun, Ekuador mencabut suaka politiknya dan membiarkan polisi Inggris menangkap Assange.

Assange ditahan di Penjara Belmarsh dan dijatuhi hukuman 50 minggu penjara oleh pengadilan Inggris karena dinyatakan melanggar Undang-Undang Jaminan.

Juni 2019

Kementerian Kehakiman AS resmi mengajukan permintaan ekstradisi ke Inggris atas 18 tuduhan, termasuk spionase, yang menunggu proses pengadilan.

Januari 2021

Seorang hakim memutuskan bahwa Assange tidak dapat diekstradisi ke AS.

Desember 2021

Pemerintah AS memenangkan upaya untuk membatalkan keputusan tidak mengekstradisi Assange.

April 2022

Menteri Dalam Negeri Inggris menandatangani perintah ekstradisi Assange setelah dia tidak diberi izin untuk mengajukan banding atas keputusan Desember 2021.

Hakim Inggris menolak permintaan ekstradisi ke AS dengan alasan kekhawatiran kesehatan mental Assange dan risiko bunuh diri.

Juni 2023

Assange kalah dalam upaya banding ekstradisi terbarunya.

Februari 2024

Assange dan tim hukumnya meminta izin untuk mengajukan banding penuh dengan alasan politik, menyoroti ancaman terhadap kebebasan berbicara dan jurnalisme.

Mei 2024

Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan Assange dapat mengajukan banding ekstradisi baru.

Juni 2024

Assange diberikan jaminan dan dibebaskan dari penjara setelah negosiasi dengan otoritas AS mengenai kesepakatan pembelaan.