Kuburan di Deli Serdang Longsor, Masyarakat Pungut Tengkorak Keluarga

Musibah bencana tanah longsor terjadi di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang, Sumut, Minggu (27/10). Akibatnya, pemakaman umum yang terletak di pinggiran bukti amblas hingga tulang belulang jenazah yang telah dikubur di sana tertimbun longsoran tanah.
Mengetahui peristiwa itu, warga Desa Penungkiren langsung mencari tulang belulang yang berserakan terbawa tanah.
"(Saat) ini tulang belulang keluarga yang makamnya amblas sudah diamankan oleh masing-masing keluarga,” kata Kasubbag Humas Polres Deli Serdang Iptu Masfan Naibaho kepada kumparan, Selasa (29/10).
Masfan mengatakan longsor itu disebabkan karena hujan deras yang seharian melanda Desa Penungkiren. Tak hanya membuat pemakaman amblas, akses jalan juga sempat terputus karena terhalang tumpukan tanah.
“Namun sekarang sudah bisa dilalui karena masyarakat bergotong royong membersihkannya,” ujar Masfan.
Meski begitu, Masfan memastikan tidak warga yang menjadi korban akibat longsor itu. Termasuk tidak ada rumah warga yang rusak karena longsor.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Penungkirem, Pasengin Sembiring, menuturkan sampai dengan Selasa ini, warga masih ada melakukan evakuasi terhadap tulang belulang yang ada di kuburan.
Sebagian warga juga ada yang berinisiatif memindahkan kuburan keluarganya ke kediamannya masing-masing.
“Total sekurang-kurangnya sudah sekitar 13 kuburan yang dipindahkan. Pemindahan masih berlanjut. Ke depan kita pindahkan ke lahan tanah wakaf kita. Kalau nanti kita dapat nanti bolehlah kita pindahkan ke tanah wakaf yang sudah ada,” ujar Pasangin.
