Kucing Emas yang Langka Itu Juga Jadi 'Korban' Medan Zoo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat melepasliarkan kucing emas di kawasan TNBBS, Lampung, pada Selasa (08/12) Foto: Instagram/@bbksda-jabar
zoom-in-whitePerbesar
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat melepasliarkan kucing emas di kawasan TNBBS, Lampung, pada Selasa (08/12) Foto: Instagram/@bbksda-jabar

Kucing emas menjadi salah satu korban nasib tragisnya Lembaga Konservasi Medan Zoo, Kota Medan. Dua kucing langka itu mati pada Agustus 2023 lalu karena sakit.

Data ini diungkap oleh Wildlife Whisperer Sumatra (WWS).

“Dua kucing emas sumatera yang terancam punah dan dilindungi, penyebab kematian sakit (keterangan Manajer Medan Zoo), tidak ada keterangan usia,” tertulis dalam laporan WWS yang diterima kumparan pada Selasa (27/2).

Berdasarkan data The International Union for Conservation of Nature’s Red List of Threatened Species (IUCN), terdapat 5 kucing liar di Indonesia yang mengalami risiko kepunahan, yaitu satwa dengan status Endangered dan Vulnerable.

Kelima spesies kucing liar yang mengalami risiko kepunahan antara lain adalah Neofelis diardi, Panthera pardus melas, Panthera tigris sumatrae, Prionailurus planiceps, dan Prionailurus viverrhinus. Ini artinya kucing emas sumatera menjadi satu dari lima kucing yang terancam punah itu.

Kondisi kandang hewan yang terlihat rusak di Medan Zoo, Sumatera Utara, Kamis (18/1/2024). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO

Kucing liar di dunia terdapat sekitar 36 jenis dan 8 di antaranya berada di Indonesia.

Berdasarkan data KLHK, semua kucing emas terdapat di Sumatra. Namun detail jumlah populasi belum diketahui.

Selain kucing emas, berikut daftar satwa yang mati yang diungkap oleh WWS:

Owa Agile

Penyebab: sakit

Tanggal mati: ditutupi

Dua ekor beruang madu

Penyebab: sakit

Tanggal kematian: ditutupi

Kuda Tini Mati

Penyebab: mati saat melahirkan tanpa bantuan medis. Jasad ditemukan mengering.

Tanggal mati: tidak diketahui

Orang utan Kalimantan

Penyebab: obesitas dan luka di kaki

Tanggal kematian: ditutupi

Selain itu, ada pula 5 harimau yang mati di Medan Zoo. Tiga harimau sumatera dan 2 harimau benggala.

Pemkot belum seriusi pembenahan Medan Zoo

Sementara itu, Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan sebagai pihak yang bertanggung jawab juga belum melakukan langkah konkret yang berdampak.

Padahal, pada Januari lalu, Bobby berjanji akan segera menutup Medan Zoo untuk renovasi. Hingga kini, urung dilakukan.

Soal kematian 5 harimau dalam 3 bulan, Bobby berkali-kali menyinggung soal life time dan breeding (pemberian pakan). Katanya, harimau di Medan Zoo sudah tua dan dalam kondisi yang sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan.