Kuncen: Gunung Tangkuban Parahu Pertama Kali Meletus Tahun 1810

Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Subang mengalami erupsi freatik kemarin. Saat ini, kawasan wisata tersebut sedang dibersihkan oleh petugas dan dipastikan akan ditutup selama tiga hari ke depan.
Berdasarkan keterangan nenek moyangnya, juru kunci Gunung Tangkuban Parahu Yaya Suniarya (69) atau dikenal Abah Yaya mengatakan, bahwa Gunung Tangkuban Parahu pertama kali meletus pada tahun 1810.
"Ada pemberitahuan dari orang tua, ini katanya dulu kalau ada yang nanyain pertama pecahnya tahun 10. Mungkin 1810, ya. Kan kakek saya meninggalnya tahun 1864, enggak mungkin 1910. Jadi 1810," kata dia ketika ditemui di kediamannya yang letaknya tak jauh dari Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7).
Yaya menambahkan, nenek moyangnya dulu pun mengimbau agar masyarakat di sekitar area senantiasa merawat alam dan tidak mengabaikannya. "Ini (Tangkuban Parahu) harus dirawat jangan sampai lupa ke alam," tutur dia.
Yaya pun menuturkan, dirinya merupakan generasi keempat juru kunci Tangkuban Parahu. Juru kunci pertama merupakan uyutnya yang bernama Eyang Madpai Panembahan.
"Abah generasi ke empat. Kan uyut kakek uwa dan Pak Yaya. Jadi generasi ke empat. Ini (uyut) juru kunci pertama Tangkuban Parahu," ungkap dia sambil mengarahkan telunjuk pada lukisan uyutnya yang terpasang di dinding.
Sebelumnya, Yaya mengaku tidak menerima tanda apapun sebelum Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi. Dia pun menuturkan, setiap tahun di pertengahan bulan Muharram dirinya dan masyarakat kerap melaksanakan selametan di sekitar gunung agar senantiasa selamat.
"Alhamdulilah, enggak ada (tanda-tanda)" ujar dia.
