Kuota Terbatas, Wisatawan Puncak Diminta Rapid Test Antigen ke RS Terdekat

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mengelar rapid test antigen di dua tempat, yakni di Masjid Harakatul Jannah Pintu Tol Gadog dan Kebun Teh Gunung Mas. Namun karena keterbatasan kuota, wisatawan diarahkan ke rumah sakit yang menyediakan rapid test antigen terdekat.
"Kita hanya (tersedia kuota) 200, ya karena ketentuannya keterbatasan. Makanya dalam hal ini kita tidak bisa yang datang ke sini kemudian harus selalu di rapid test antigen. Pasti kalau alatnya sudah habis kita suruh pulang, yang tidak punya surat hasil rapid test antigen. Atau diarahkan ke rumah sakit terdekat jika tetap ingin ke Puncak," kata Satgas COVID-19 Agus Ridhallah di lokasi rapid test antigen, Gadog, Sabtu (26/12).
Ia mengatakan, ada RSUD Ciawi dan beberapa rumah sakit swasta yang menyediakan rapid test antigen di sekitar Puncak. Wisatawan yang bersedia melakukan rapid test antigen dipersilakan memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut.
Rapid test antigen hari ini digelar di dua tempat di Masjid Harakatul Jannah Pintu Tol Gadog pukul 08.00WIB dan Kebun Teh Gunung Mas pukul 10.00 WIB, dengan kuota masing-masing lokasi 100 alat rapid test antigen.
"Hari ini targetnya, kita di sini hanya 100. Karena kita bagi-bagi, nanti kita ada siang jam 10 ini di tempat yang wisata di Puncak," kata Agus.
Pantauan di lokasi, antusiasme wisatawan mengikuti rapid test antigen cukup tinggi. Antrean mengular hingga petugas terpaksa membatasi wisatawan yang hendak tes.
"Ini wisatawan sudah mulai mengantre makanya saya saya batasi tidak semua bisa masuk ke area rapid antigen. Jadi ini kan kebijakan pemerintah daerah dinas kesehatan, tentunya alat juga ketersediaannya terbatas ya. Nanti kalau misalnya dari dinas kesehatan ada tambahan tentunya akan kita laksanakan," katanya.
Setelah rapid test antigen selesai, pihaknya tetap melakukan penyekatan wisatawan. Wisatawan yang tetap ingin melanjutkan ke Puncak namun tidak membawa surat rapid test maka akan diarahkan mengikuti rapid test antigen mandiri di rumah sakit terdekat.
Jika tidak mau mengikuti rapid test antigen mandiri wisatawan akan diputar balik.
"Setiap hari kita ada pemutarbalikkan ya. Karena ini kita lakukan pagi siang, dan sore juga kita masih situasional tetap kita lakukan juga penyekatan di sini," kata Agus.
