Ladang Bisnis Ilegal di Tengah Pandemi: Jual Beli Surat Keterangan Sehat Corona

'Banyak jalan menuju Roma.' Peribahasa ini mungkin tepat untuk menggambarkan sejumlah pihak yang berupaya memakai berbagai cara untuk bepergian di tengah larangan mudik karena pandemi corona.
Kondisi ini diperparah dengan kehadiran orang-orang yang mencoba meraup untung. Terbaru, ramai di media sosial salah satu e-Commerce menampilkan beberapa lapak orang yang menjual surat keterangan sehat COVID-19.
Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), gugus tugas penanganan COVID-19 memang mewajibkan masyarakat memiliki surat keterangan sehat apabila ingin bepergian.
Harga yang dipatok bervariasi, mulai dari puluhan ribu, hingga puluhan juta rupiah.
kumparan pun sempat mencoba mengontak nomor telepon yang tertera di iklan tersebut 0887 227 8459. Ternyata, saat dikontak, benar saja nomor tersebut menyediakan surat keterangan sehat.
Berikut balasan dari nomor tersebut:
Hallo kakak, klo mau order di bnt isi form order dlu ya
*Untuk detail mengenai penjelasan tiap paket silahkan mengunjungi link dibawah ini
https://suratdokterindonesiaaa.blogspot.com/?m=1
----------------------------------------------
*NOTES PAKET :
(PAKET A Rp. 70.000) Surat keterangan sehat negatif covid
(PAKET B 90.000) Surat keterangan sehat negatif covid bersama surat hasil lab
----------------------------------------------
Cara / Format Pemesanan:
Paket :
No Hape :
Nama :
Umur :
Berat Badan :
Tinggi Badan :
Tgl Pemeriksaan:
Pekerjaan :
Nama Perusahaan :
Alamat Kantor :
Alamat tinggal:
Alamat pengiriman:
Untuk Keperluan: Lamar kerja / Travel / Lain (jika LAIN mhn tuliskan keperluan lainnya) :
Request RS : (Jika tdk ada Request) maka dari kami akan kasih RS/ klinik yg sesuai dengan domisili tmpt tgl kaka
Kurir: JNE Reg (1-3 hari) /JNE Yes (1hari sampai)/Gojek (Instant )
Pembayaran : (WAJIB DI ISI) (silahkan pilih salah satu dari pembayaran di samping ini BNI / BRI /MANDIRI / BCA / BANK LAIN
Gambar surat yang sama diunggah oleh akun @dokterpodcast di Twitter.
Iklan akhirnya dihapus
Diketahui iklan jual beli surat keterangan sehat/bebas corona itu dijual di e-Commerce, Shopee. Tak lama setelah kabar tersebut beredar, pihak Shopee, langung mengambil tindakan untuk menghapus iklan tersebut dari situs dan aplikasi mereka.
Melalui keterangan tertulisnya, Public Relations Lead Shopee, Aditya Maulana Noverdi, memastikan hal ini tak akan terulang kembali.
"Shopee telah menurunkan produk dan menutup toko tersebut dari platform kami," ujar Aditya, Kamis (14/5).
"Jika terdapat penjualan produk-produk yang tidak mendapatkan izin dan membahayakan bagi pengguna, tim internal Shopee akan dengan segera menindaklanjutinya," imbuh Aditya.
Adanya praktik jual beli surat keterangan sehat tersebut ternyata tak hanya di e-Commerce. Di Bali misalnya, Polisi berhasil membongkar praktik jual-beli surat keterangan sehat terkait virus corona di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Polisi menangkap tiga orang penjual surat keterangan sehat itu. Surat tersebut diduga dijual kepada warga yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Tujuannya agar warga yang membeli surat itu lolos dari pengecekan petugas.
"Sudah ditangkap tiga orang, besok akan kita rilis. Saat ini masih diperiksa di Gilimanuk," kata Kepala Polres Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa saat dihubungi, Kamis (14/5).
Terungkapnya praktik jual beli surat sehat ini setelah satu orang pelaku menjajakan barang dagangannya di media sosial. Dari situ kemudian polisi menangkap sang penjual.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
