Laki-laki Tertua di Dunia Meninggal pada Umur 113 Tahun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yisrael Kristal saat menerima penghargaan Guinnes (Foto: guinnesworldrecords.com)
zoom-in-whitePerbesar
Yisrael Kristal saat menerima penghargaan Guinnes (Foto: guinnesworldrecords.com)

Yisrael Kristal, laki-laki tertua di dunia yang berhasil hidup melewati Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan kamp konsentrasi Auschwitz Nazi, meninggal dunia hanya satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke 114 di Haifa, Israel.

Sang cucu, Oren Kristal mengatakan bahwa kakeknya meninggal Jumat (11/8) lalu. “Dia sudah berhasil mencapai banyak hal. Satu tahun hidupnya seperti beratnya beberapa tahun hidup orang lain,” ucap Oren dilansir Associated Press.

Tahun lalu, Guinness World Records memberikan sertifikat penghargaan bagi Yisrael Kristal sebagai laki-laki tertua di dunia. Penyerahan sertifikat penghargaan itu dilakukan di Haifa, Israel.

Kristal terlahir pada sebuah keluarga Yahudi Ortodoks pada 1903 di Zarnow, Polandia. Bencana pertama bagi kehidupannya yang panjang adalah Perang Dunia I.

embed from external kumparan

“Saat masih kecil di Perang Dunia I, ia menjadi seorang penyelundup minum-minuman keras di Polandia. Dia berlari tanpa alas kaki di salju berkilo-kilometer pada malam hari dengan membawa bawaan berat di punggungnya,” kisah Oren. “Saat itu ia masih 12 tahun, dan sudah harus menyelundupkan alkohol di tengah-tengah garis peperangan.”

Akibatnya, Kristal memiliki kebiasaan berjalan dengan cepat. “Bahkan sampai dia sudah sangat tua, lebih kencang dariku,” aku Oren. “Ia bercerita, apabila ia tak cukup cepat berjalan, kakinya akan luka karena pasti menempel pada tanah yang beku.”

Perang Dunia I juga merenggut kedua orang tuanya. Ia menjadi anak sebatang kara, yang membuatnya berpindah ke kota Lodz dan bekerja di sebuah bisnis makanan keluarga di tahun 1920.

embed from external kumparan

Saat Nazi pada akhirnya menguasai wilayah Polandia yang menjadi awal Perang Dunia II, Kristal ditangkap dan kemudian dikirim ke Auschwitz. Istri pertama dan dua anaknya terbunuh dalam peristiwa penjagalan sistematis yang dijuluki Holocaust tersebut. Dalam episode gelap sejarah Jerman itu, 6 juta orang dibunuh secara sistematis oleh Nazi Jerman dan aliansi Axis lainnya.

Kristal berhasil bertahan dari Perang Dunia II dengan berat badan yang hanya mencapai 37 kilogram. Ia menjadi satu-satunya penyintas dari seluruh keluarga besarnya.

Yisrael Kristal dan keluarganya (Foto: guinnesworldrecords.com)
zoom-in-whitePerbesar
Yisrael Kristal dan keluarganya (Foto: guinnesworldrecords.com)

Usai Perang Dunia II selesai, ia menikah dengan seorang survivor Holocaust lainnya dan pindah ke Israel pada 1950. Mereka membangun keluarga baru dan membuat sebuah bisnis makanan, sama seperti bisnis yang ia jalani sebelumnya.

“Ia (kakekku) adalah seorang yang sangat pekerja keras. Ia selalu penuh energi, berlari dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan sesuatu,” ucap Oren. Kristal meninggalkan dua orang anak dan belasan cucu serta cicit yang kini kebanyakan tinggal di Israel.