Lawatan Prabowo ke Inggris Bakal Hasilkan Dokumen Kunci Kemitraan Strategis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui video conference di London, Inggris, Senin (19/1/2026).  Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui video conference di London, Inggris, Senin (19/1/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris yang dimulai pada Senin (19/1) akan menghasilkan sejumlah dokumen serta inisiatif kunci. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.

Ia mengatakan, lawatan Prabowo pada 2026 ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya ke Inggris pada 2024. Saat itu, Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati peluncuran kemitraan strategis antara kedua negara.

“Ketika Presiden Prabowo dan PM Starmer terakhir kali bertemu di London, mereka berkomitmen untuk meluncurkan Kemitraan Strategis antara kedua negara guna mempererat hubungan secara lebih menyeluruh,” ujar Jermey dalam keterangan yang diterima kumparan dari Kedutaan Besar Inggris, Senin (19/1).

“Inilah dokumen utama dan inisiatif kunci yang kami luncurkan dalam kunjungan kali ini. Kemitraan tersebut mencakup empat pilar, yaitu pertahanan dan keamanan; pertumbuhan ekonomi—yang menjadi prioritas bagi kedua pemimpin; masyarakat dan sosial; serta iklim, energi, dan alam,” jelasnya.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara London Stansted, Inggris, pada Minggu (18/1) waktu setempat. Foto: Muchlis Jr. - Biro Pers Sekretariat Presiden

Lebih lanjut, Jermey menyebutkan bahwa dalam lawatan 2026 ini, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III, PM Starmer, serta perwakilan sektor pendidikan, pelaku bisnis, hingga organisasi lingkungan.

Mengingat Prabowo telah dua kali berkunjung ke Inggris, Jermey berharap Presiden RI tersebut akan mengundang PM Starmer untuk berkunjung ke Indonesia.

“Saya sangat berharap Presiden Prabowo mengundangnya, dan bahwa undangan tersebut dapat membuka jalan bagi kunjungan itu,” ujar Jermey.