Listrik Padam di Sejumlah Wilayah di Bantul Usai Gempa 6,5 M Guncang Pacitan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satu rumah di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, akibat gempa 6/2/2026.  Foto: X/Daryono BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Satu rumah di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, akibat gempa 6/2/2026. Foto: X/Daryono BMKG

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, DIY, dilaporkan padam usai gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari.

Seorang warga Pandak, Bantul, bernama Fika mengatakan saat gempa terasa di daerahnya, tiba-tiba listrik padam.

"Pas detik-detik bumi bergoyang langsung mati lampu. Sampai sekarang masih mati lampu," kata Fika di Pandak, Kabupaten Bantul.

"Masih mati listrik. Sekitar sini (kampungnya) mati semua," lanjutnya.

Warga lainnya di Godean, Sleman, bernama Cahyo melaporkan insiden yang sama.

"Mati lampunya bareng sama gempa. Mati lampu selama lebih kurang 15 menit," ujarnya.

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Inked Pixels/shutterstock

Hingga saat ini, warga di Sedayu, Bantul, juga masih mengalami listrik padam.

"Di Sedayu, setelah gempa listrik tidak mati sampai sekarang," ungkap Heni, warga Sedayu.

Dikutip dari BMKG, gempa ini berpusat di lokasi 8,98 LS dan 111,17 BT, atau 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," kata BMKG, dilansir dari akun X-nya @infoBMKG, Jumat (6/2).

Gempa dirasakan di sejumlah tempat hingga DIY dan Magelang.