Lolos Mosi Tidak Percaya, Boris Johnson Janji Segera Kembali Bekerja
·waktu baca 2 menit

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji untuk melanjutkan pekerjaan setelah memenangkan mosi tidak percaya. Kemenangan ini membuat kekuasaan Johnson di Inggris berlanjut.
Johnson memenangkan mosi tidak percaya pada Senin (6/6/2022) dengan perolehan suara 211-148. Mosi ini dimulai oleh anggota partai Johnson, Partai Konservatif, menyusul skandal Partygate yang menjerat sang kepala pemerintahan.
Ia berhasil menghindari keharusan untuk segera turun dari jabatannya. Namun, pemberontakan besar dalam Partai Konservatif telah melukai reputasi politik Johnson. Kini ia berupaya untuk kembali memenangkan hati warga Inggris dan rekan kerjanya.
Tantangan pertama yang dihadapi Johnson adalah untuk meyakinkan sekutu seniornya di pemerintahan bahwa ia dapat mengatasi keraguan terhadap kepemimpinannya.
Ini bukan hal yang mudah, karena banyak dari mereka yang kemungkinan berencana untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri apabila Johnson dipaksa mundur dari kursinya.
Johnson mengumpulkan kabinetnya pada Selasa (7/6/2022). Dalam pertemuan ini ia memaparkan rencana untuk beberapa pekan ke depan demi meyakinkan menteri-menteri senior akan komitmennya sebagai pemimpin pemerintahan Inggris.
Dalam rencana tersebut, Johnson membahas jajaran kebijakan baru yang meliputi upaya untuk mengurangi biaya mengurus anak dan upaya untuk membantu warga Inggris membeli rumah sendiri. Ia berharap cara-cara tersebut mengembalikan kepercayaan rakyat Inggris kepada pemerintahannya.
"Ini adalah pemerintah yang memberikan apa yang paling dipedulikan oleh orang-orang di negara ini," ungkap Johnson dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.
"Kami berada di pihak pekerja keras Inggris, dan kami akan melanjutkan pekerjaan,” tegasnya.
Johnson menyebut kemenangannya pada Senin sebagai hasil yang pasti. Namun, sejumlah pihak kurang setuju dengan pernyataan perdana menteri.
Kritikus dan pengamat politik Inggris menyebut mosi tidak percaya ini sebagai bukti kekuasaan Johnson telah diremehkan dan dia tinggal menghitung harinya di kantor perdana menteri Downing Street.
Pemberitaan tentang kemenangan Johnson di media Inggris pun jauh dari kata optimistis. Media pendukung Konservatif, The Daily Telegraph, menuliskan ‘Kemenangan hampa merobek Partai Konservatif’ sebagai judul mereka.
Sementara itu, media sayap kiri Daily Mirror mengangkat tajuk utama ‘Pesta Telah Usai, Boris’ di halaman depan korannya.
Penulis: Airin Sukono.
