LRT Jabodebek Siap Hubungkan JPO ‘Love-Hate Relationship’ di Rasuna Said

LRT Jabodebek menyatakan siap mendukung rencana penyambungan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan karena berdiri berdampingan tetapi tidak saling terhubung atau ‘love-hate relationship’.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan bersama Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta terkait kondisi dua JPO tersebut. Bahkan, telah dilakukan joint inspection atau tinjauan lapangan.
“Intinya kita sudah bersama Dinas Bina Marga melakukan joint inspection atau tinjauan lapangan. Memang secara teknis katanya ada perbedaan ketinggian,” kata Radhitya kepada kumparan, Selasa (4/8).
Meski begitu, Radhitya menegaskan LRT Jabodebek siap mendukung apabila nantinya diputuskan kedua JPO tersebut disambungkan.
“Kalau memang ada wacana untuk menghubungkan dua jembatan itu, intinya dari kita siap mendukung dan siap sinergi lebih lanjut, apalagi terkait teknis,” ujarnya.
Menurutnya, penyambungan JPO akan memberikan kemudahan bagi pengguna LRT Jabodebek, Transjakarta, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan Rasuna Said.
“Apalagi kebutuhannya ini kan untuk pengguna LRT Jabodebek, pengguna Transjakarta maupun masyarakat yang ada di sekitar situ,” ucapnya.
Ditemui terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan dua JPO yang menjadi sorotan tersebut akan segera dikoneksikan.
“Kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Pramono mengatakan pembahasan penyambungan JPO itu akan dilakukan dalam rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/8).
“Kebetulan besok kami akan ada rapat paripurna khusus untuk itu, jadi yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik,” ujarnya.
LRT Jabodebek Beberkan Kepemilikan JPO
Lebih lanjut Radhitya menjelaskan dua JPO yang ramai diperbincangkan publik ternyata memiliki kepemilikan yang berbeda.
Ia menjelaskan, JPO yang terhubung ke Halte Transjakarta Rasuna Said merupakan aset Transjakarta. Sementara JPO lain yang tidak tersambung merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Jembatan yang nyambung ke Transjakarta itu punya TJ yang bangun, sedangkan yang satunya punya Pemda,” jelasnya.
Ia menambahkan, aset yang menjadi tanggung jawab LRT Jabodebek hanya terbatas pada akses menuju Stasiun LRT Rasuna Said, yakni bangunan berwarna oranye yang terdiri dari tangga, lift, dan jalur pejalan kaki menuju stasiun.
“Kalau dari kita, secara kepemilikan bangunan LRT hanya sebatas bangunan yang berwarna oranye. Dari trotoar sisi kiri dan kanan naik, lalu langsung masuk ke bangunan stasiun, itu punya LRT,” kata Radhitya.
Karena itu, menurut dia, penyambungan kedua JPO membutuhkan koordinasi lintas instansi mengingat aset tersebut dimiliki oleh pihak yang berbeda.
Meski demikian, LRT Jabodebek menegaskan siap berkoordinasi apabila penyambungan JPO direalisasikan.
“Kalau memang ada wacana disambungkan, kita siap mendukung dan siap berkoordinasi lebih lanjut, apalagi terkait teknis,” tutupnya.
