kumparan
9 Mei 2018 13:35

LSM Gerak Siap Mediasi Aras yang Hidup Tanpa Listrik dengan Pemerintah

Keluarga Aras, 11 tahun Hidup Tanpa Listrik (Foto: Marrisa Krestianti/kumparan)
Ketua LSM Gerak Indonesia Kota Tangerang, Hermansyah, sigap menanggapi kisah Muhammad Aras Arifin, warga Tangerang yang hidup tanpa listrik selama belasan tahun.
ADVERTISEMENT
Saat ditemui kumparan (kumparan.com) di rumah Aras, Hermansyah mengaku siap menolong Aras untuk mendapatkan hak status kejelasan tanah milik keluarganya seluas 2.700 meter persegi.
"Kita mencoba bantu supaya abah (Aras) bisa memperoleh hak tanah milik keluarganya, kan memang tanah ini benar milik orang tua abah (Aras), beliau tetap tinggal di sini karena ingin mempertahankan," ujar Aras kepada kumparan, Senin (8/5).
Diketahui sejak tahun 2007 Aras hidup tanpa listrik dan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan hidup Aras juga harus menyuling sendiri air hujan atau air genangan tanah menggunakan pasir dan arang sehingga bisa diminum.
LSM GERAK dan Aras (Foto: Dok. Hermansyah LSM GERAK)
Hermansyah menyebutkan, LSM Gerak akan menjadi jembatan untuk Aras ke pemerintah agar permasalahan tanah keluarga Aras selesai.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah, jadi setelah kita minta bantuan sama teman-teman media, pada saat hari pertama kita ke sini, dan berita juga sampai ke gubernur, wali kota, camat, hingga lurah. Tidak disangka dua hari kemudian mereka langsung datang ke sini, subuh-subuh untuk membuatkan abah (Aras) KTP dan KK," ujarnya.
Menurut Hermansyah, Aras dan keluarganya ingin mempunyai KTP dan KK agar bisa mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah. Pasalnya Aras beberapa kali ditolak pihak sekolah saat mendaftarkan anaknya karena tidak memiliki KK dan KTP.
Ketua LSM itu juga menyebutkan sejak tersebarnya kisah Aras di media sosial, banyak pihak lain di Tangerang yang berniat membantu Aras dengan merenovasi gubuknya. Namun menurut Hermansyah, Aras menolak karena permasalahan tanahnya belum selesai.
ADVERTISEMENT
Video
"Banyak pihak lain ingin membantu Aras dengan membuatkan rumah, memperbaiki rumah, tapi kan permaslahanya bukan rumah tapi tanah, ya gimana tanahnya belum jelas ya enggak bisa ngerenovasi rumah," ujar Hermansyah.
LSM Gerak berniat akan mengadakan mediasi untuk Aras dengan kelurahan dan kecamatan mengenai permasalahan tanah keluarganya.
"Yang kita pressure ini bagaimana titik kebenarannya, kalau memang pada saat itu benar kalau dari orang tuanya jual 400 meter tapi sisanya kita harus perjelas itu kemana, insyaAllah dalam waktu dekat ini kita mengklarifikasi secara jelas dengan pihak kelurahan dan pihak kecamatan dan juga pihak pembuat tol agar lebih terang," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan