Luhut: 1.603 Orang Positif dan Kontak Erat Corona Nekat Lakukan Aktivitas Publik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sebanyak 1.603 orang positif COVID-19 masih nekat melakukan aktivitas di luar rumah.

Luhut menuturkan, data ini terungkap dari aplikasi PeduliLindungi. Jumlah itu hasil akumulasi hingga Minggu (5/9).

“Terdapat 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba melakukan aktivitas publik,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/9).

kumparan post embed

Aplikasi PeduliLindungi merupakan sistem terpadu yang menyimpan data riwayat vaksinasi dan hasil tes COVID-19. Penerapan aplikasi ini menjadi syarat untuk memasuki tempat-tempat publik, demi mencegah penularan virus corona.

Luhut menjelaskan, jumlah masyarakat melakukan screening menggunakan aplikasi PeduliLindungi sudah mencapai 21 juta orang. Screening dilakukan di berbagai sektor publik seperti pusat perbelanjaan, olahraga, industri dan sebagainya.

“Terdapat 761 ribu orang yang masuk kategori merah, tak diperkenankan masuk untuk melakukan aktivitas oleh sistem," ucap dia.

Warga menunjukan aplikasi Peduli Lindungi di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Luhut menegaskan, pemerintah akan menindak orang-orang masuk kategori merah termasuk positif COVID-19 ke lokasi isolasi terpusat.

“Ke depan pemerintah akan menindak orang yang masuk dalam kriteria hitam PeduliLindungi yang masih berusaha melakukan aktivitas di area publik dengan membawa mereka ke dalam isolasi terpusat. Hal ini dilakukan untuk sama-sama menjaga dan melindungi kita semua,” jelas Luhut.

Lebih lanjut, Luhut juga meminta masyarakat terus mematuhi aturan selama PPKM berlaku. Termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi jika bepergian.

“Oleh karena itu, pemerintah ikut mengimbau agar masyarakat bisa beraktivitas pada tempat-tempat yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat mengurangi risiko tertular karena COVID-19,” tutup dia.