Luhut Akan Pantau Harga Swab Mandiri: Jangan Nyawa Orang Kita Bikin Uang

20 Juli 2021 21:35
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Luhut Akan Pantau Harga Swab Mandiri: Jangan Nyawa Orang Kita Bikin Uang (71292)
searchPerbesar
Ilustrasi PCR antigen. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan akan memantau harga swab mandiri yang sempat dikeluhkan harganya yang cukup tinggi. Ia mengingatkan agar tidak ada yang memainkan harga swab mandiri.
ADVERTISEMENT
"Nanti kita akan lihat harganya, nanti saya akan cari tahu, saya enggak bisa langsung jawab tapi saya akan cek, staf saya akan cek," kata Luhut dalam acara bertajuk "Di Balik Kata Maaf Luhut, Mengurai Benang Kusut Covid-19" yang digelar Kompas TV, Selasa (20/7).
Luhut Akan Pantau Harga Swab Mandiri: Jangan Nyawa Orang Kita Bikin Uang (71293)
searchPerbesar
Ketua PMI, Jusuf Kalla mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat mengunjungi kantor PMI. Foto: Dok. PMI
"Saya pastikan kita betul-betul enggak mau main-main. Jadi orang jangan cari makan memanipulasi harga, mark up harga, dalam keadaan situasi seperti sekarang. Ini masalah kemanusiaan, jangan nyawa orang kita bikin uang," tegas dia.
Pernyataan itu pula sekaligus sebagai jawaban mengenai kemungkinan adanya subsidi harga swab dari pemerintah.
Dalam keterangannya, Luhut menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang meningkatkan tracing dalam pengendalian COVID-19. Dengan tes yang tinggi, maka orang-orang yang menjalaninya juga terbebas dari biaya.
ADVERTISEMENT
"Begitu dia dapat positif, kita masukkan tadi di karantina terpusat, di sana kasih makan obat, keluarganya kita kasih sembako. Yang rakyat pinggiran ya, kalau orang-orang berada ya bayar sendiri lah," kata Menko Maritim dan Investasi itu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020