Luhut Minta Pasien COVID-19 di Bali Dirawat di Isoter, Masih Ada 6.260 Isoman
·waktu baca 2 menit

Kebijakan memindahkan pasien COVID-19 di Bali yang sedang isolasi mandiri di rumah ke tempat isolasi terpusat (isoter) masih belum sesuai harapan.
Berdasarkan data per Minggu (15/8), dari 11.426 kasus COVID-19 aktif di Bali, masih ada sekitar 6.260 orang atau 54,79 persen kasus yang menjalani isoman. Mereka akan dipindahkan ke 72 tempat isoter yang disediakan pemkab/pemkot se-Bali.
"Kasus aktif: 11.426, isolasi mandiri: 6.260," demikian rilis yang dibagikan Pemprov Bali kepada wartawan, Senin (16/8).
Sementara jumlah pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19 sebanyak 2.291 orang atau 20,05 persen dan jumlah pasien menjalani perawatan isoter sebanyak 2.875 orang atau 25,16 persen.
Kapasitas tempat tidur isolasi terpusat berjumlah 6.540 tempat tidur. Yang telah terisi mencapai 2.875 tempat tidur dan sisa 3.665 tempat tidur.
Pemindahan pasien COVID-19 isoman ke isoter di Bali diputuskan setelah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti kasus COVID-19 yang masih tinggi pada Jumat (13/8) . Padahal, vaksinasi sudah mencapai 90 persen.
Luhut menginstruksikan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menambah lokasi isoter dan mengendalikan kasus COVID-19 di Bali dalam satu minggu.
Sedangkan TNI-Polri telah melakukan proses pemindahan pasien isoman tersebut sejak Sabtu (14/8). Namun, baik Pemprov Bali atau TNI-Polri belum membeberkan hasil pasien yang telah berhasil dipindahkan.
Sejak akhir Juli kemarin, rata-rata kasus harian COVID-19 di Bali di atas angka seribuan. Lalu rata-rata kasus kematian terpapar COVID-19 di atas 25-an.
Saat ini, ada 96.027 orang dinyatakan positif, 81.892 orang sembuh dan 2.709 orang yang meninggal terpapar COVID-19 di Pulau Dewata.
