Lukman Minta Santri Terus Berjihad Menciptakan Kedamaian

Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menggelar acara Santriversary: Syiar dan Syair Perdamaian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10) malam. Ini merupakan rangkaian acara dalam menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang.
Eks Menag Lukman Hakim Syaifuddin salah satu tokoh yang hadir dalam acara ini. Dalam kesempatan itu, Lukman mengatakan bahwa santri hari ini harus berjuang untuk menciptakan kedamaian dan kemaslahatan bangsa.
Menurutnya, di masa lalu, santri turut berjuang atau jihad dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa-raga. Namun hari ini, Lukman mengatakan jihad itu harus dilanjutkan dalam bentuknya yang lain.
“Jihad dalam konteks sekarang adalah mengisi kemerdekaan kita. Jadi intinya adalah di manapun santri berada, jihadnya adalah mewujudkan kedamaian. Karena di tengah-tengah keragaman kita, di tengah-tengah kehidupan yang semakin kompleks, kedamaian itu semakin diperlukan. Dan itulah kesungguhan jihad santri dalam konteks kekinian,” kata Lukman di Lapangan Banteng, Senin (21/10).
Lukman menuturkan, santri harusnya tumbuh dengan kesadaran tanggungjawabnya terhadap bangsa. Santri harus berjihad untuk bangsanya dalam bentuk yang damai dan penuh kebaikan bagi semua.
Lukman menjelaskan laku jihad itu dasarnya merupakan laku yang positif. Namun, jihad dalam perkembangannya kemudian bernada negatif lantaran kerap terasosiasikan dengan laku terorisme.
“Kita merasa bahwa perdamaian semakin kita butuhkan di tengah-tengah kehidupan yang semakin kompleks itu, dan karenanya mensyukuri Hari, maka setiap santri di dunia pesantren harus semakin lebih bertanggungjawab untuk memberikan kontribusi yang positif dalam mewujudkan perdamaian itu,” kata Lukman.
“Jihad itu positif. Jihad itu adalah kesungguhan kita untuk menebarkan kemaslahatan bersama,” tuturnya.
Adapun Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 yang digelar di Lapangan Benteng malam ini, merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak September lalu. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu, Santri Milenial Competition, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Road Akbar, serta Parade Santri Cinta Damai.
Setelah ini, Rangkaian Peringatan Hari Santri 2019 itu akan ditutup dengan kegiatan upacara bendera bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Selasa (22/10).
