Luncurkan Program Pelatihan Inklusif, Mu'ti Siapkan Guru ABK di 25 Provinsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana saat Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu'ti menghadiri Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026, di SMP Negeri 16 Jakarta, Jakarta Selatan (20/4/2026) Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu'ti menghadiri Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026, di SMP Negeri 16 Jakarta, Jakarta Selatan (20/4/2026) Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026. Langkah strategis ini disiapkan secara khusus untuk mengatasi krisis kekurangan guru pendamping bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menyasar tenaga pendidik di 25 provinsi di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa ketersediaan tenaga pendidik yang berdedikasi dan terlatih masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pemerataan sekolah inklusi saat ini.

"Ini adalah program yang kami selenggarakan dalam rangka memenuhi kebutuhan guru profesional untuk mendampingi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Selama ini, salah satu tantangan yang kita hadapi adalah kekurangan guru profesional yang berdedikasi dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus," kat Mendikdasmen usai acara peluncuran di SMP Negeri 16 Jakarta di Kebayoran Lama, Jaksel, Senin (20/4).

Suasana saat Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu'ti menghadiri Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026, di SMP Negeri 16 Jakarta, Jakarta Selatan (20/4/2026) Foto: Kevin Daniel/kumparan

Untuk menjawab tantangan tersebut, program pelatihan ini akan difokuskan pada pencetakan guru pembimbing tingkat mahir agar anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan yang tepat di sekolah reguler.

"Program ini kami selenggarakan di 25 provinsi di Indonesia dan ini merupakan program untuk para guru pembimbing tingkat mahir. Secara keseluruhan, program ini akan terus dilaksanakan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat semakin terlayani di sekolah-sekolah inklusif," jelasnya.

Langkah cepat Kemendikdasmen ini turut mendapat dukungan dan apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, yang hadir langsung di lokasi. Ia menilai program ini sebagai jawaban konkret atas keluhan minimnya jumlah guru pendamping terlatih di lapangan.

"Alhamdulillah, Kemendikdasmen melalui Ditjen GTK ( Guru dan Tenaga Kependidikan) menjawab tantangan ini. Adanya program ini mudah-mudahan kekurangan yang ada bisa terpenuhi. Memang tidak bisa semuanya sekaligus, bertahap. Tapi ini adalah satu langkah yang luar biasa," tutur Himmatul.

Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026 ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk mewujudkan tujuh pilar kebijakan akomodasi yang layak di sektor pendidikan.

Melalui pelatihan komprehensif ini, kapasitas dan kompetensi para pendidik akan terus ditingkatkan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi bagi setiap peserta didik sesuai dengan kebutuhan unik mereka.