M Taufik soal Majelis Sang Presiden Gelar Deklarasi: Untuk Jatuhkan Anies

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
M Taufik klarifikasi tentang pemecatannya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/6). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
M Taufik klarifikasi tentang pemecatannya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/6). Foto: Haya Syahira/kumparan

Anggota DPRD DKI Jakarta M Taufik menyoroti acara Mendeklarasikan Anies Baswedan Sebagai Presiden RI 2024-2029 yang digelar Majelis Sang Presiden di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).

Politikus Gerindra ini menuding acara tersebut bertujuan untuk menjatuhkan Anies Baswedan dengan cara-cara yang tidak baik. Dia pun meminta pihak yang berada di balik acara itu bersaing secara sehat.

“Saya kira ini cara menjatuhkan Pak Anies. Sudahlah, pakai akal yang lebih sehat kalau mau bersaing,” kata Taufik saat dihubungi, Rabu (8/6).

kumparan post embed

Taufik juga mempertanyakan kredibilitas para anggota Majelis Sang Presiden yang mengaku sebagai mantan anggota organisasi FPI, HTI, hingga mantan narapidana teroris.

“Saya, sih, enggak yakin juga (kredibilitas anggota). Setahu saya jarang ulama mau deklarasikan dukungan di hotel,” lanjut Taufik.

Alif Akbar eks anggota FPI (tengah), Zainal Abidin eks anggota HTI (kanan), Kartono eks narapidana teroris (abju biru) menghadiri deklarasi 'Sang Presiden Kami' Anies Baswedan, Rabu (8/6). Foto: Haya Syahira/kumparan

Taufik meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi saat ada dukungan yang ditujukan kepada Anies yang mengatasnamakan kelompok tertentu. Apalagi baru-baru ini ada aksi mencatut nama FPI (FPI Reborn) yang digelar di Monas.

Pernyataan FPI soal demo FPI Reborn atau FPI palsu. Foto: FPI

“Seolah-olah Pak Anies itu pendukungnya hanya itu. Kan itu belum tentu juga orangnya. Kayak kemarin aja, akhirnya terkuak sendiri (aksi FPI Reborn-red). Dibayar yang datang Rp 150 ribu, yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf, ada tuh yang pakai sorban itu,” imbuhnya.

Taufik juga mendorong semua pihak bersaing secara sehat untuk Pilpres 2024. Tidak mencatut nama organisasi tertentu tanpa izin resmi.

“Kalau FPI asli marah bagaimana? Sebaiknya kalau mau bersaing, ya menggunakan akal sehatlah,” imbaunya.