Madinah Beda dengan Makkah, Jemaah Haji Harap Perhatikan Hal Berikut
·waktu baca 3 menit

Jemaah haji Indonesia gelombang II yang berada di Makkah mulai diberangkatkan perdana ke Madinah, hari ini, Rabu (26/6).
Total jemaah yang berangkat hari ini sebanyak 6.950 jemaah yang tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter).
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilurrahman mengatakan kondisi Makkah dan Madinah berbeda. Sejumlah hal perlu menjadi perhatian jemaah.
”Pertama mematuhi jadwal keberangkatan. Kedua tujuan Bapak Ibu ke Madinah adalah ziarah ke makam Rasul. Oleh karena itu kalau ada bertabrakan waktu ziarah ke Raudah dengan ke tempat-tempat ziarah di tempat lain kami imbau utamakan ke Raudah karena waktunya sudah ditetapkan, kalau sudah habis waktu tasrehnya tidak bisa diulang kembali," kata Khalil saat diwawancara di Makkah.
Hal lainnya adalah kondisi hotel di Madinah yang berbeda dengan Makkah. Mulai dari kapasitas yang lebih kecil dan tidak ada tempat mencuci baju.
"Tidak ada mesin cuci, lobby juga tidak besar, menjemur pakaian di jendela atau lorong-lorong dan tangga darurat tidak diperkenankan," ucapnya.
Soal cuaca juga harus jadi perhatian. Khalil mengatakan, cuaca di Madinah saat musim panas seperti saat ini lebih panas dari Makkah.
Seperti hari ini, prediksi cuaca di Madinah tertinggi mencapai 45 derajat celsius. Jemaah diimbau selalu memakai alat pelindung diri seperti payung atau topi saat keluar hotel. Selain itu jangan lupa untuk menggunakan sandal.
"Kasus lainnya banyak jemaah kakinya melepuh usah salat di Masjid Nabawi karena lupa taruh sandal. Jemaah agar sandal dimasukkan ke tas kresek dan selalu dibawa," ucapnya.
Jangan pakai perhiasan berlebihan
Jemaah juga diimbau untuk tidak memakai perhiasan berlebihan saat pergi ke Masjid Nabawi. Hal ini demi kenyamanan dan keselamatan jemaah sendiri.
"Yang tidak kalah penting adalah agar jemaah tidak memakai perhiasan berlebihan saat masuk ke Raudah dan Masjid Nabawi.. Karena banyak kasus kecopetan. Kami. Imbau jangan membawa uang dan perhiasan berlebihan," kata Khalil.
Mengingat waktu perjalanan Kota Makkah – Kota Madinah cukup lama, bisa hingga 7 jam, jemaah haji agar bersiap diri dengan menjaga kesehatan, segera menghubungi petugas kesehatan yang ada di setiap sektor bila mengalami keluhan kesehatan dan istirahat yang cukup.
Jemaah haji bila ingin beribadah di Masjid Nabawi agar tetap mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah, membawa paspor, visa, dan identitas diri lainnya.
Selain pergerakan jemaah haji gelombang II ke Madinah, secara bertahap jemaah haji gelombang I juga mulai dipulangkan ke tanah air.
Total jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air hingga tanggal 25 Juni 2024 pukul 21.00 WAS berjumlah 28.593 orang yang tergabung dalam 72 kelompok terbang (kloter).
Jemaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 09.41 WIB berjumlah 275 orang.
