kumparan
4 Sep 2019 12:56 WIB

Mahasiswa S2 ITB Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos

Ilustrasi bunuh diri Foto: Shutterstock
Muhtar Amin (24), mahasiswa S2 Institut Teknologi Bandung (ITB), ditemukan meninggal di kamar indekosnya yang terletak di Jalan Sadang Hegar, Sekeloa, Coblong, Bandung, pada Selasa (3/9). Tubuh Muhtar saat ditemukan warga tergantung di kusen pintu.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Coblong AKP Auliya Djabar mengatakan, dugaan sementara Muhtar meninggal dengan cara gantung diri. "Bahwa korban tidak ada bekas kekerasan fisik dan ditemukan surat kontrol dari RS Melinda 2 Bandung, kejiwaan menerangkan bahwa korban mengalami depresi," ujar Djabar, Rabu (4/9).
Djabar mengatakan Muhtar kali pertama ditemukan oleh saksi yang juga merupakan teman indekosnya. Saksi, kata Djabar, melihat ada tali tambang warna biru terlilit di kusen pintu pada Selasa (3/9) sekitar pukul 17.15 WIB.
"Saksi kemudian mengecek pintu kamar dan tidak dapat dibuka karena terganjal badan korban," ujar Djabar. "Dan kemudian berusaha menggunakan kursi untuk melihat atau memastikan yang mengganjal pintu namun tak terlihat".
Menurut Djabar, saksi kemudian berteriak minta tolong. Teriakan saksi itu didengar oleh saksi lain yang bernama Yusuf. Yusuf kemudian masuk dan mengintip dari ventilasi.
ADVERTISEMENT
"Melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dan membelakangi pintu kamar. Dan datang pula Saudara Hendi bersama Imam berupaya membuka pintu," ujar Djabar.
Jasad Muhtar kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin menggunakan kendaraan PMI Kota Bandung. Muhtar merupakan mahasiswa S2 ITB jurusan Mikro Elektronik asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
----
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan