Mahasiswa Timor Leste Tetap Demo Meski Parlemen Batal Beli Mobil Dinas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa membawa bendera Timor Leste dalam aksi protes tuntut parlemen batalkan rencana pemberian pensiun seumur hidup dan tunjangan kesehatan bagi anggota parlemen di area gedung parlemen, Dili, Timor Leste, Rabu (17/9/2025). Foto: Nelson da Cruz/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa membawa bendera Timor Leste dalam aksi protes tuntut parlemen batalkan rencana pemberian pensiun seumur hidup dan tunjangan kesehatan bagi anggota parlemen di area gedung parlemen, Dili, Timor Leste, Rabu (17/9/2025). Foto: Nelson da Cruz/Reuters

Parlemen Timor Leste akhirnya menyerah pada tekanan publik dan memutuskan membatalkan rencana pembelian mobil dinas. Namun, warga yang masih skeptis memutuskan untuk kembali turun ke jalan.

Dikutip dari AFP, Rabu (17/9), massa yang didominasi mahasiswa kembali berkumpul di dekat gedung parlemen untuk hari ketiga, tak puas dengan pembatalan pembelian mobil dinas yang diputuskan di menit-menit terakhir.

"Rumornya mobil-mobil itu sedang dalam perjalanan," kata seorang demonstran, Trinito Gaio (42), kepada wartawan.

"Karena inilah mahasiswa dan saya sendiri ada di sini hari ini, untuk memastikan uang pajak saya tidak mengalir ke arah yang salah," lanjutnya.

Tak cuma memprotes rencana pembelian mobil dinas, tuntutan massa kini bertambah: batalkan pensiun seumur hidup dan tunjangan kesehatan bagi anggota parlemen.

Sejumlah mahasiswa membawa spanduk dalam protes menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana pemberian pensiun seumur hidup dan tunjangan kesehatan bagi anggota parlemen di area gedung parlemen, Dili, Timor Leste, Rabu (17/9/2025). Foto: Nelson da Cruz/Reuters

Parlemen sebelumnya menyetujui rencana pembelian Toyota Prado SUV sebagai mobil dinas untuk setiap 65 anggota parlemen. Anggarannya mencapai USD 4,2 juta (setara Rp 69 miliar). Menurut dokumen resmi parlemen, tender tersebut dijadwalkan selesai pada September ini.

Rencana itu memicu kemarahan warga yang 40% di antaranya masih hidup di garis kemiskinan menurut Bank Dunia. Karena diprotes, parlemen akhirnya menyerah dan membatalkan rencana pembelian mobil pada Selasa (16/9).

Parlemen dengan suara bulat mengadopsi resolusi untuk membatalkan proses pengadaan kendaraan baru yang tercantum pada anggaran 2025.

Dalam sebuah pernyataan, sekjen parlemen harus mengadopsi langkah-langkah administratif dan finansial yang bertujuan untuk pemeliharaan dan efisiensi penggunaan kendaraan yang sudah digunakan anggota parlemen.

Demonstrasi terjadi saat Perdana Menteri Xanana Gusmao sedang berada di London untuk pertemuan mengenai perbatasan darat dan laut. Dia dijadwalkan kembali ke Dili pada 22 September.