Mahasiswi di Semarang Meninggal Saat Ikuti Ospek, Ada Riwayat Penyakit Jantung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Rektor III USM Muhammad Junaidi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Rektor III USM Muhammad Junaidi. Foto: Dok. Istimewa

Seorang mahasiswi baru Universitas Semarang (USM) berinisial C meninggal dunia saat mengikuti orientasi kampus atau Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (Pakem).

Wakil Rektor III USM, Muhammad Junaidi, menjelaskan insiden itu terjadi pada hari kedua pelaksanaan Pakem, Minggu (14/9). Saat itu, C sedang bernyanyi bersama teman-temannya kemudian tiba-tiba terjatuh.

“Pada saat kegiatan berlangsung, almarhumah tiba-tiba terjatuh ketika ikut bernyanyi bersama teman-temannya. Langsung kami tangani, dibawa ke klinik, lalu dirujuk ke RS Panti Wiloso karena lokasinya paling dekat,” kata Junaidi di Kampus USM, Rabu (17/9).

Ia membantah adanya kekerasan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Pakem USM berbeda dengan orientasi masa lalu yang identik dengan kekerasan atau perpeloncoan.

“Mereka hanya bernyanyi, mendengarkan materi, dan pengenalan kampus. Jadi spekulasi yang menyebut ada kekerasan itu tidak benar,” jelasnya.

Riwayat Penyakit Jantung

Ilustrasi penyakit jantung. Foto: Shutterstock

Selain itu, berdasarkan keterangan keluarga, C memiliki riwayat penyakit jantung.

“Ayahnya pernah mengalami hal serupa, kakaknya juga. Jadi memang ada penyakit penyerta yang menjadi faktor penyebabnya,” ungkap Junaidi.

Pihak kampus mengaku sangat berduka atas meninggalnya C yang merupakan mahasiswi penerima beasiswa KIP-K. Selama mengikuti kegiatan akademik, C dikenal semangat.

“Kami merasa sangat kehilangan. Almarhumah dikenal semangat kuliah, bahkan membawa bekal sendiri untuk mengikuti kegiatan. Peristiwa ini tentu di luar dugaan kami. Namun sebagai catatan, soal hidup dan mati adalah takdir Allah SWT. Kami berdoa semoga almarhumah husnulkhatimah,” ujarnya.