Mahasiswi Unair Dikabarkan Hilang saat Naik Kapal dari Surabaya ke Makassar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang hilang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang hilang. Foto: Shutter Stock

Beredar kabar seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berinsial SUY atau Syahna Udyana Yasmine (20) hilang saat menaiki kapal dari Surabaya menuju Makassar.

Informasi hilangnya mahasiswi tersebut pertama kali diketahui dari unggahan akun twitter @ErsaTriWahyuni. Dalam narasi yang beredar, mahasiswi Unair jurusan Teknik Lingkungan itu hilang pada Selasa (8/11) lalu.

Tampak juga ada rekaman CCTV yang diunggah akun tersebut, memperlihatkan mahasiswi tersebut berjalan menuju ke salah satu ruangan. Rekaman CCTV itulah yang terakhir kali memperlihatkan sosok Syahna sebelum dinyatakan hilang.

Tanggapan Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Terkait hal itu, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Aipda Agus DP membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, keluarga Syahna telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

"Waktu kejadian itu memang ada laporan. Tapi laporan-laporan itu tetap tidak berfungsi karena [sumbernya] laporan masyarakat. [Lalu] Kita buatkan surat tanda laporan orang hilang SKPLOH," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (15/11).

Agus menyampaikan, pihaknya lalu menyelidiki kasus orang hilang tersebut.

Mahasiswi Minta Ortu Tak Hubungi Dirinya

Dari keterangan yang diperoleh polisi, mahasiswa Unair itu sempat menghubungi keluarganya. Anehnya, mahasiswa tersebut meminta keluarganya tak lagi mencari keberadaannya.

"Jadi sudah kita buatkan cuma ibunya atau pelapornya itu ditelepon sama anaknya atau yang bersangkutan itu. Intinya minggat. Intinya mau bunuh diri juga. Terus namanya orang tua itu khawatir setelah ditelepon itu, kalau enggak salah hari Senin (7/11)," jelas Agus.

Keluarga mahasiswa tersebut, lanjut Agus, telah membuat laporan baru dalam bentuk dugaan tindak pidana. Kepolisian tengah mempertimbangkan terkait ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.

kumparan post embed

"Hari Rabunya orang tuanya sama saudaranya ke Polres. Di Polres cerita seperti apa yang saya sampaikan. Untuk mengeluarkan LP kita harus koordinasi dengan Reskrim ini ada tindak pidananya atau tidak. Kalau ada tindak pidananya kita serahkan ke Reskrim. Karena belum ada tanda-tanda pelanggaran hukum kriminalitas, akhirnya tetap kita buatkan tapi bukan LP karena kan belum ada indikasi ke arah kriminalitas. Kita buatkan surat SKPLOH yang bersangkutan," beber Agus.

Setelah itu, pihak kepolisian mengantarkan keluarga korban ke kantor dermaga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengecek CCTV di dalam kapal yang dinaiki korban.

"Kita tetap bantu, Reskrim sampai ke dermaga ngecek CCTV-nya ada enggak (korban). Jadi kita bantu sampai ke Gapura Surya, kapal penumpang. Keluarganya sampai enggak ada tempat tidur kita suruh istirahat di musala," jelas Agus.

Namun, hingga kini belum ada informasi keberadaan korban. Pihak kepolisian menduga korban memiliki permasalahan pribadi sehingga ingin pergi ke Makassar.