Mahfud: Kita Dikendalikan Dunia Digital, Kadang Tersesat karena Banyak Hoaks

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam) Mahfud MD menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aqila Budiati
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam) Mahfud MD menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aqila Budiati

Plt Menkominfo Mahfud MD menjelaskan perkembangan zaman yang saat ini menjadi tantangan dunia termasuk Indonesia. Menurutnya dunia saat ini dikendalikan oleh digital dictatorship.

"Sekarang ini industri 4.0 dan cepat sekali, dari 4.0 lalu masuk 5.0. Kita bicarakan ini industri 4.0 dan 5.0 karena di sini, sudah mendominasi kehidupan masyarakat dunia oleh digital," kata Mahfud saat memberikan pengarahan di acara gerakan literasi digital di Mabes TNI, Cilangkap, pada Selasa (13/6).

Mahfud menyebut, saat ini tidak ada satu pun negara di dunia yang tidak ikut dalam arus perkembangan teknologi informasi melalui digital.

"Sehingga muncul istilah itu digital dictatiorship. Kita itu dikendalikan oleh dunia digital, diktator, apa yang dikatakan digital, kita ke sana," kata Mahfud.

"Terkadang kita pun disesatkan oleh digital karena apa? Karena banyak sekali misal hoaks," tambah dia.

kumparan post embed

Mahfud meminta seluruh jajaran TNI bisa segera menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Jika lengah, taruhannya adalah kedaulatan negara.

"Terkadang kita ini terpengaruh kehidupan perang antara Rusia-Ukraina, persaingan AS-China, situasi panas di Palestina dan Israel di Jalur Gaza, ini semuanya juga mengganggu kita," jelas Mahfud.

"Kita harus paham geopolitik ini mengganggu ata mendorong kita melakukan sesuatu sesuai dengan perkembangannya," kata Mahfud.

Presiden Jokowi menghadiri Rapim TNI-Polri 2023 di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Lebih jauh, Mahfud yang merupakan Menko Polhukam ini kembali mendorong agar TNI dan kementerian/lembaga terkait lain menyesuaikan diri dengan digitalisasi.

"Harus punya kemampuan literasi digital untuk mengantisipasi itu agar tidak terjadi. Kalau terjadi, bisa cepat diselesaikan," ucap Mahfud.

"Kemudian propaganda mengancam keamanan nasional kita, era digital pengunaan propaganda yang akan mengancam keamanan nasional melalui medsos dan platform digital menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan bangsa, ada fitnah adu domba hoaks yang luar biasa," tutur Mahfud.