Mahfud MD soal Aliran Dana Teroris Karyawan KAI: Tunggu Audit BPK

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD ditemui di Universitas Islam Indonesia (UII), Kabupaten Sleman, Rabu (9/8/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD ditemui di Universitas Islam Indonesia (UII), Kabupaten Sleman, Rabu (9/8/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

PPATK telah memblokir sejumlah rekening milik Dananjaya Erbening, karyawan PT KAI yang ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat aksi terorisme.

Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan, aliran dana yang mengalir ke rekening milik Danan kini tengah ditelusuri oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Ya, tentu terorismenya kita tindak kan sudah kita tangkap terornya dan seluruh jaringannya mulai dicari," ujar Mahfud di kompleks parlemen, Jumat (18/8).

"Nah, kalau soal dananya nanti nunggu BPK dulu dong. Apakah itu dana negara atau dana masyarakat yang disalurkan ke itu (aksi terorisme)," lanjutnya.

Di sisi lain, Mahfud mengakui sudah banyak aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar paham radikalisme.

Barang bukti yang disita dari terduga teroris yang merupakan karyawan BUMN di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/8/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Untuk itu, menurutnya, upaya mitigasi perlu diperkuat guna mencegah masuknya paham radikal ke lingkup ASN khususnya pegawai perusahaan BUMN.

"Sejak awal pemerintahan ini kita sudah mengumumkan banyak sekali di BUMN itu terpapar. Di ASN juga banyak yang terpapar. Oleh sebab itu pemerintah menyiapkan langkah langkah tapi masih ada jebol yang satu kaya gitu kan. Diperbaiki lagi," ucapnya.

Danan ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di kawasan Harapan Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (14/8). Darinya turut disita belasan senjata api berbagai jenis dan puluhan butir peluru tajam.

Danan disebut sudah mengikuti organisasi radikal Mujahidin Indonesia Barat sejak 2010 silam. Sejak itu, dia mulai kerap mengunggah ajakan gerakan radikalisme.

Pada 2014, Danan kemudian berbaiat ke ISIS. Propaganda terorisme makin gencar dilakukannya melalui sosial media.

Bahkan, dia telah merencanakan aksi penyerangan ke Mako Brimob hingga markas TNI.

Hal tersebut dilakukannya terinsipirasi dari pemberontakan teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang terjadi pada 2018 silam.