Mahfud Ungkit Wikileaks di Era SBY: Belum Ada Rahasia Negara Dibocorkan Bjorka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Menko Polhukam Mahfud MD Bahas Keamanan Siber Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Menko Polhukam Mahfud MD Bahas Keamanan Siber Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyebut ancaman kebocoran data rahasia negara kerap terjadi pada setiap masa kepemimpinan presiden.

Penyataan Mahfud merujuk pada tindakan hacker dengan pseudonim Bjorka yang saat ini dianggap mengancam kerahasiaan data negara.

Mahfud membandingkan peretasan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, data percakapan SBY dengan PM Australia disebarkan melalui Wikileaks.

”Misalnya, kalau dulu zaman Pak SBY itu ada Wikileaks gitu ya, itu pembicaraan telepon Presiden saja bisa dengan Perdana Menteri Australia tersebar,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (14/9).

Berbeda dengan era SBY, Mahfud memastikan tindakan Bjorka belum mengancam kebocoran data rahasia negara. Menurutnya, hanya data umum yang saat ini dibocorkan oleh Bjorka.

”Kita akan serius menangani dan sudah mulai menangani masalah ini ya, tetapi juga publik atau masyarakat harus tenang. Karena sebenarnya sampai detik ini itu belum ada rahasia negara yang bocor,” ucap Mahfud.

”Yang [disampaikan Bjorka] ini ndak ada [data yang penting], yang ini cuma data umum yang sifatnya perihal surat ini, perihal surat itu, yang isinya sampai detik ini belum ada yang dibobol,” sambungnya.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Lebih lanjut, berdasarkan penyelidikan terakhir yang dilakukan BIN dan Polri, sosok Bjorka berhasil terungkap jati dirinya. Hanya saja tim penyelidik belum dapat membeberkan identitas dan lokasi Bjorka saat ini,

”Kita terus menyelidiki karena sampai sekarang memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri, tetapi belum bisa diumumkan gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu. [Tapi] Kita sudah punya alat untuk melacak itu semua,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, tim penyelidik memastikan sosok Bjorka tak memiliki kemampuan mumpuni untuk melakukan peretasan seperti yang digembar-gemborkan kepada publik melalui akun twitternya.

”Motifnya ternyata juga gado-gado, ada yang motif politik, motif ekonomi, motif jual beli, dan sebagainya. Sehingga juga yang motif-motif kayak gitu tuh sebenarnya tidak ada yang terlalu membahayakan. Bahkan kalau dari hasil kesimpulan tadi apa yang disebut bjorka ini sebenarnya tidak punya keahlian atau kemampuan membobol yang sulit-sulit itu,” tandasnya.