Malaysia Tarik Diri dari Frankfurt Book Fair, Penyelenggara Diduga Pro-Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Frankfurt Book Fair 2019.  Foto: Dok. Komite Buku Nasional
zoom-in-whitePerbesar
Frankfurt Book Fair 2019. Foto: Dok. Komite Buku Nasional

Kementerian Pendidikan Malaysia menarik diri dari Frankfurt Book Fair. Mereka menuduh penyelenggara pameran buku terbesar di dunia itu pro-Israel.

Pameran Buku Frankfurt merupakan pameran perdagangan buku internasional dunia yang diadakan setiap tahun. Ajang ini mempertemukan para penerbit, agen hak cipta, dan distributor buku dari seluruh dunia untuk melakukan bisnis, memamerkan produk, dan menjalin kerja sama.

Langkah Malaysia menarik diri dari pameran itu diambil setelah usai asosiasi sastra, Litprom, akan menunda upacara penghargaan sebuah novel karya penulis Palestina, Adania Shibli. Keputusan Litprom diambil seusai perang antara Hamas dan Israel pecah.

Lewat unggahan resmi di facebook, penyelenggara pameran juga akan memberikan tempat khusus bagi Yahudi dan Israel.

kumparan post embed

"Kementerian tidak akan kompromi dengan kekerasan Israel di Palestina, yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan HAM," kata Kementerian Pendidikan Malaysia dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Reuters.

"Keputusan untuk mundur sejalan dengan sikap pemerintah menyatakan solidaritas dan memberikan dukungan penuh untuk Palestina," sambung mereka.

Penulis asal Palestina, Adania Shibli. Foto: Facebook/@Haus der Kulturen der Welt

Pada awal pekan ini PM Anwar Ibrahim menegaskan tidak akan tunduk pada Barat yang meminta Malaysia mengutuk Hamas, faksi perlawanan Palestina yang berbasis di Gaza, yang memiliki sayap militer Brigade Al-Qassam. Anwar malah mengatakan Malaysia punya hubungan dengan Hamas.

Anwar turut meminta agar serangan di Gaza dihentikan. Itu disampaikan Anwar saat berkomunikasi lewat telepon dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Sikap Indonesia

Indonesia setiap tahun juga rutin mengikuti pameran buku di Frankurt. Tahun ini, delegasi Indonesia yang difasilitasi Kemendikbud sedianya akan hadir pada 18-22 Oktober 2023 dan mengambil tema "Buku Bermutu bagi Literasi Indonesia".

Keikutsertaan dalam ajaang ini menjadi langkah bagi Indonesia untuk semakin dikenal dalam panggung perbukuan dunia.

Namun, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) menyatakan batal ikut pameran buku dunia ini menyusul sikap pro-Israel pihak penyelenggara. Selengkapnya bisa dibaca di sini:

kumparan post embed