Mantan Diktator Panama Manuel Noriega Meninggal Dunia

Mantan diktator Panama Manuel Noriega meninggal dunia pada Senin malam (29/5) waktu setempat. Noriega mengembuskan nafas terakhir di usia 83 tahun, dua bulan setelah menjalani operasi otak.
Diberitakan Associated Press, informasi kematian Noriega disampaikan oleh keluarganya kepada media. Belum diumumkan penyebab kematiannya.
Presiden Panama Juan Carlos Varela mengonfirmasi kematian Noriega melalui akun Twitternya. Varela mengatakan, "kematian Manuel Noriega menutup bab dalam sejarah" Panama.
Noriega meninggal dunia saat tengah menjalani hukuman 20 tahun di Panama. Dia pernah memimpin Panama dari 1983 hingga 1989. Noriega digulingkan dalam invasi Amerika Serikat ke negaranya.
Noriega menjadi musuh AS, padahal di tahun 1950-an dia adalah salah satu sumber intelijen CIA. Menjabat pemimpin Panama, Noriega menggunakan kepemimpinannya untuk menyelundupkan kokain ke AS.
Baca juga: Ceplas-ceplos Emmanuel Macron di Depan Vladimir Putin
Tahun 1988, Noriega diekstradisi ke AS untuk diadili dengan dakwaan penyelundupan narkoba dan pencucian uang. Pada 1992, pengadilan AS memvonisnya 40 tahun penjara, yang kemudian diturunkan menjadi 30 tahun.
Dia mendekam di penjara AS hingga tahun 2007 sebelum diekstradisi ke Prancis untuk diadili atas kejahatan pembunuhan dan pencucian uang. Tahun 2010, Noriega tiba di Prancis dan divonis penjara 7 tahun.

Tahun 2011 dia dibebaskan bersyarat dan diekstradisi ke Panama untuk menjalani vonis penjara selama 20 tahun atas pembunuhan terhadap lawan-lawan politiknya.
Noriega menuding penahanannya selama puluhan tahun adalah konspirasi AS setelah dia menolak bekerja sama dengan CIA untuk menggulingkan pemerintahan sayap kiri Nikaragua pada 1980-an.
Baca juga: Penjaga Kebun Binatang Inggris Tewas Dimangsa Harimau
Beberapa tahun terakhir, kesehatan Noriega menurun. Dia menderita penyakit tekanan darah tinggi dan radang paru-paru. Tahun 2016, dokter mendeteksi tumor otak pada Noriega.
Pada Januari 2017, pengadilan memutuskan Noriega dipenjara rumah untuk mempersiapkan operasi otak.
Noriega meninggalkan istrinya Felicidad dan putri-putrinya Lorena, Thays dan Sandra.
