Mantan Istri Taufik Ungkap Pernikahan Cuma Bertahan 2 Minggu, Emas Kawin Dibawa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
DPO Taufik Hidayat, diduga pelaku penganiayaan berat dan penyekapan selama tiga tahun kekasihnya yang berinisial YTR di wilayah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Instagram/@purnomopolisibaik
zoom-in-whitePerbesar
DPO Taufik Hidayat, diduga pelaku penganiayaan berat dan penyekapan selama tiga tahun kekasihnya yang berinisial YTR di wilayah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Instagram/@purnomopolisibaik

Fakta baru terungkap dalam kasus penganiayaan dan penyekapan yang menjerat Taufik Hidayat. Mantan istri Taufik mengaku pernikahannya dengan pria tersebut hanya bertahan dua minggu, sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Pengakuan itu disampaikan mantan istri Taufik saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama ayah Taufik dan kepala desa setempat, percakapan itu diunggah Dedi di channel YouTube pribadinya.

Perempuan yang kini telah berpisah dari Taufik itu mengatakan, ia menikah dengan Taufik pada 2015 setelah berpacaran selama sekitar empat bulan, namun pernikahan itu hanya bertahan dua minggu.

“Enggak lama, dua minggu,” kata mantan istri Taufik saat ditanya berapa lama rumah tangganya bertahan.

Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Ia menuturkan, usai menikah, sikap Taufik mulai berubah. Menurut dia, persoalan kecil kerap dibesar-besarkan hingga berujung pertengkaran. Salah satu hal yang masih diingatnya adalah ketika Taufik meminta kembali emas mas kawin yang diberikan saat pernikahan.

“Kalau misalkan marah, mas kawin sama cincin tunangan dibawa semua,” ujarnya.

Saat ditanya Dedi Mulyadi mengenai mas kawin yang diberikan Taufik, ia menyebut berupa emas seberat 10 gram. Namun emas itu kemudian dibawa pergi oleh Taufik ketika hubungan rumah tangga mereka memburuk.

“Emas, 10 gram,” katanya.

Tak hanya itu, mantan istri Taufik juga mengungkap sifat cemburuan mantan suaminya. Bahkan saat masih berpacaran, Taufik disebut kerap marah jika keinginannya tidak dituruti. Bentuk kemarahannya, kata dia, ditunjukkan dengan membanting helm dan sepatu.

“Iya cemburuan banget Pak,” ucapnya.

Tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat duduk di dalam kendaraan taktis setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Ia mengaku sempat tinggal bersama Taufik di kos kawasan Ujungberung, Kota Bandung, sebelum akhirnya dinikahi. Dalam masa pacaran hingga pernikahan singkat itu, ia menyebut Taufik kerap bersikap posesif dan ingin dirinya selalu berada di rumah.

“Kalau ke pasar sama mama, dia suka bilang jangan keluar. Jadi saya di rumah terus,” tuturnya.

Mantan istri Taufik juga mengatakan, setelah ditinggalkan, ia harus membesarkan anaknya seorang diri. Selama 10 tahun terakhir, Taufik disebut hanya dua kali menengok anak mereka dan tidak pernah memberi nafkah.

“Dua kali setahu saya,” katanya saat ditanya seberapa sering Taufik menjenguk anak mereka.

Kini, di tengah ramainya kasus yang menjerat Taufik, mantan istrinya mengaku khawatir dampaknya akan dirasakan sang anak yang sudah berusia 10 tahun. Terlebih, anaknya mengetahui kabar soal ayahnya dari media sosial.

“Takutnya jadi kepikiran anak, mentalnya takut,” ujarnya.

Sementara dalam percakapan yang sama, ayah Taufik mengakui anaknya memang pernah menikah dan memiliki seorang anak. Namun hubungan Taufik dengan keluarganya disebut sudah lama renggang, bahkan sang ayah mengaku enam bulan terakhir tak lagi bertemu dengan Taufik sebelum kasus ini mencuat.