Marak Pesepeda Jadi Korban Begal, Polisi Sarankan Tak Berolahraga Sendirian

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga mengendarai sepeda di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga mengendarai sepeda di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Aksi begal yang menyasar pesepeda tengah marak akhir-akhir ini. Polres Metro Jakarta Selatan bahkan membentuk satgas khusus untuk meringkus para pelaku. Meski begitu para pesepeda diminta untuk tetap waspada.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Budi Sartono mengatakan, pihaknya telah menempatkan polisi di tempat rawan pembegalan. Namun, ia meminta pesepeda tetap waspada dan lebih baik mawas diri. Minimal dengan tidak bersepeda seorang diri.

"Walau kita nanti taruh orang di tempat yang dilalui oleh pesepeda yang sedang berolahraga. Tapi tetap para pesepeda juga memperhatikan waktu dan tempat pada saat berolahraga. Dan jika memang sepi sekali, kalau bisa bersama-sama jangan sendirian," kata Budi kepada wartawan, Kamis (22/10).

Imbauan ini diberikan polisi berdasarkan hasil penyelidikan yang menunjukkan para pelaku kerap beraksi di jalanan yang sepi. Target mereka ialah pesepeda yang sendirian, sehingga pelaku mudah untuk melancarkan kejahatannya.

Pesepeda melintasi jalur khusus sepeda di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (9/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Kadang pelaku melakukan tindak pidana kalau sendirian pesepeda. Jadi kalau bisa bersama-sama minimal berdua sehingga ada saling jaga," ujar Budi.

Budi mengatakan, satgas anti begal memiliki dua tim, yaitu tim pencegahan dan tim penindakan. Mereka akan ditempatkan di sejumlah tempat yang dinilai rawan pembegalan dan penjambretan.

Namun, ia tidak merinci wilayah mana saja yang dinilai rawan. Termasuk waktu-waktu rawan saat pelaku kejahatan beraksi.

"Ya pasti semua ada polanya kita tidak bisa sebutkan di sini. Kejadian jam berapa kita akan taruh di situ," tutup Budi.

kumparan post embed