Mari Bantu Ridwan Wujudkan Mimpi Jadi Fotografer

Masih ingat Ridwan remaja 19 tahun yang sangat mahir membuat kamera lubang jarum?
Ridwan yang kini duduk di kelas 5 Sekolah Dasar Alam Anak Sholeh, Villa Mutiara Gading 1 Blok H, Setia Asih Tarumajaya, Bekasi. Ya, meski sudah berumur 19 tahun, Ridwan memang belum lulus SD.
Remaja itu mengalami Global Developmental Delay (GDD), yaitu anak yang tertunda dalam mencapai sebagian besar hingga semua tahapan perkembangan pada usianya. Ciri khas anak yang mengalami GDD biasanya adalah fungsi intelektual yang lebih rendah daripada anak seusianya disertai hambatan dalam berkomunikasi yang cukup berarti, keterbatasan kepedulian terhadap diri sendiri, keterbatasan kemampuan dalam pekerjaan, akademik, kesehatan dan keamanan dirinya.
Saya mau jadi fotografer, makanya sekarang ngumpulin uang dulu, biar punya kamera yang lebih bagus
Meski memiliki keterbatasan, Ridwan memiliki satu cita-cita, yakni ingin menjadi seorang fotografer profesional.
“Saya mau jadi fotografer, makanya sekarang ngumpulin uang dulu, biar punya kamera yang lebih bagus,” kata Ridwan beberapa waktu yang lalu.
Setiap hari, selepas sekolah dia bekerja menjadi pengantar galon dan kadang menjadi pegawai bangunan. Sedikit demi sedikit uang dia kumpulkan agar bisa membeli kamera idaman.

Keinginan besar untuk menjadi fotografer membuat Ridwan mahir membuat kamera lubang jarum. Kemahiran itu pula yang pernah membawanya terbang ke Filipina menjadi salah satu instruktur pembuat KLJ di La Consolacion College, Bacolod Filipina pada tahun 2016.
Kamera yang diidam-idamkan Ridwan adalah Canon 60D. Harganya saat ini ada di kisaran Rp 17 juta.
“Saya ingin yang seperti itu,” tutur Ridwan sambil menunjuk gambar kamera Canon 60D.
Bantuan untuk Ridwan bisa disalurkan melalui rekening kitabisa.com. Kumparan sedang menjalankan program ‘Kamera Untuk Ridwan'
