Ma'ruf Amin Kutuk Bom Bunuh Diri di Astana Anyar: Cederai Kemanusiaan dan Agama
·waktu baca 2 menit

Wapres Ma'ruf Amin mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, karena telah mencederai kemanusiaan dan agama Islam.
Hal itu diungkapkan oleh jubir Wapres, Masduki Baidlowi, Rabu (7/12).
”Wapres mengutuk keras ya terhadap peristiwa bom bunuh diri itu. Karena ini jelas-jelas mencederai nilai-nilai kemanusiaan, mencederai agama itu sendiri. Islam [mengharamkan] tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan agama,” ujar Masduki saat dihubungi wartawan.
Ma'ruf menyayangkan pelaku yang bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim membawa-bawa agama dalam melancarkan aksinya. Padahal, kata dia, agama sama sekali tak mengajarkan tindakan kekerasan .
”Banyak sekali peristiwa, bukan banyak ya, seringkali peristiwa terjadi dengan mengatasnamakan agama yang pada dasarnya itu jauh adalah jauh dari esensi pemahaman agama itu sendiri. Dan itu jelas sangat disesalkan dan perlu dikutuk perbuatan seperti itu,” ucap Masduki.
Ma'ruf menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terdampak peristiwa bom bunuh diri tersebut. Tercatat ada satu polisi tewas dalam teror di pagi hari itu.
”Kita sangat bersimpati dan berempati terhadap korban, terhadap korban yang diakibatkan oleh bom bunuh diri itu. Karena dalam perkembangan terakhir, sudah ada yang wafat satu anggota polisi dan beberapa orang yang luka di situ,” ungkap Masduki.
”Kepada keluarga dan semuanya, Wakil Presiden ikut berbelasungkawa terhadap korban yang wafat dan berempati, bersimpati, terhadap korban-korban,” lanjut dia.
Ma'ruf berpesan agar kepolisian agar terus waspada akan adanya potensi serupa yang mungkin dapat terjadi di daerah lain.
"Kepada aparat hukum dan pihak keamanan hendaknya bersigap dan waspada. Dengan kejadian seperti ini, maka jelas bahwa bibit-bibit, jejaring-jejaring terorisme yang mengatasnamakan agama itu bukan saja masih ada, tetapi terus bergerak,” kata Masduki.
”Dan terutama aparat keamanan khususnya polisi yang dijadikan sasaran,” pungkasnya.
