Moeldoko Kecam Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar: Aksi Tak Ada Untungnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Moeldoko kenalkan 35 peserta Sekolah Staf Presiden. Foto: KSP
zoom-in-whitePerbesar
Moeldoko kenalkan 35 peserta Sekolah Staf Presiden. Foto: KSP

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengecam keras tindakan terorisme yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) pagi.

Ia menegaskan, serangan bom bunuh diri tidak menguntungkan siapa pun dan mencederai nilai kemanusiaan.

“Ini aktivitas yang merugikan. Bayangkan jika pelaku dan korbannya adalah keluarga kita,” kata Moeldoko, Rabu (7/12).

Eks Panglima TNI ini menilai, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar menyadarkan semua pihak bahwa ideologi yang berlandaskan kekerasan tidak bermanfaat, baik untuk perjuangan ideologi maupun bagi kehidupan masyarakat.

“Hentikan segala ideologi kekerasan. Stop aksi bom bunuh diri. Apa untungnya bagi kita? Nggak ada, yang ada cuma merugikan semua,” seru Moeldoko.

Petugas INAFIS Polda Jabar mengumpulkan barang bukti saat olah TKP bom bunuh diri di kawasan Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, usai ledakan bom bunuh diri, Rabu (7/12/2022). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Moeldoko juga meminta semua pihak untuk melihat dan memaknai peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar sebagai kejadian yang tidak berguna dan hanya membawa kerugian bagi masyarakat.

"Kita perlu memperkuat modal sosial, keguyuban dan gotong royong sebagai peringatan dini untuk melihat lingkungan sekitar kita," pungkas Moeldoko.

Bom bunuh di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, terjadi pada pukul 08.20 WIB. Pelaku menerobos masuk ke tengah apel pagi dengan maksud melakukan serangan.

Sejauh ini, tercatat 2 orang meninggal dunia, yakni pelaku bom bunuh diri dan seorang anggota polisi.