Ma’ruf Amin: Masyarakat Banyak yang Tak Paham Aturan dan Etika Digital

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di acara Anugerah Syiar Ramadan, Rabu (8/5/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di acara Anugerah Syiar Ramadan, Rabu (8/5/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyebut banyak masyarakat Indonesia yang tidak paham aturan dan bagaimana cara menjaga etika di ruang digital.

Hal ini disampaikan Ma’ruf saat menghadiri acara Anugerah Syiar Ramadan Tahun 2024 di Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

“Saat ini bisa kita amati bahwa sebagian masyarakat masih belum sepenuhnya memahami aturan dan etika digital,” kata Ma’ruf dalam sambutannya.

Menurutnya, perilaku masyarakat ini dipengaruhi oleh konten-konten media dan muatan siaran yang dikonsumsi sehari-hari.

Ilustrasi dampak media sosial. Foto: SrideeStudio/Shutterstock

“Untuk itu, saya minta media agar turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat,” katanya.

“Hal ini penting untuk menjaga rasa aman dan nyaman dalam berinteraksi digital, juga mencegah timbulnya masalah hukum akibat pelanggaran peraturan terkait informasi dan transaksi elektronik,” tuturnya.

Maruf juga mendorong agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk membuat regulasi baru yang tidak hanya fokus pada penyiaran, namun juga konten digital di media sosial.

Tujuannya, untuk menjadi pedoman dan perlindungan bagi masyarakat.

“Saya memandang perlunya pembaharuan pengaturan terkait penyiaran, utamanya agar mencakup penyiaran digital dan media sosial,” pungkasnya.